Kiprah BBPKL Semarang dalam Busana Muslim Indonesia

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

JAKARTA – Badan Besar Pelatihan Kerja Lapangan (BBPKL) Semarang dengan karya fashion  telah menembus dunia, dan siap mengantarkan Indonesia menjadi kiblat fashion muslim dunia.

Kepala BBPKL Semarang, Edy Susanto, mengatakan, BBPKL di bawah binaan Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) memfokuskan untuk menyiapkan sumber daya manusia (SDM) di bidang fashion teknologi.

Kepala BBPKL Semarang, Edy Susanto pada acara Muslim Fashion Festival (MUFFEST) Indonesia 2020 di Jakarta Convention Center (JCC), Sabtu (22/2/2020). Foto: Sri Sugiarti

Apalagi pemerintah menargetkan Indonesia menjadi pusat fashion muslim dunia pada tahun 2023.

“Ini kan harus didukung oleh kesediaan SDM. Nah, melalui pelatihan generasi muda di BBPKL Semarang, inshaallah akan tersedia SDM dalam rangka untuk meningkatkan program fashion muslim Indonesia,” kata Edy pada acara Muslim Fashion Festival (MUFFEST) Indonesia 2020 di Jakarta Convention Center (JCC), Sabtu (22/2/2020).

Karena menurutnya, seperti diketahui fashion selain kebutuhan dasar juga untuk lifestyle atau gaya hidup. Sehingga BBPKL Semarang tergerak menyediakan SDM, utamanya bidang fashion teknologi.

“Jadi sudah tentu dalam MUFFEST kelima ini kita akan bisa menunjukkan hasil karya dari peserta latihan BBPKL Semarang. Mereka adalah desainer muda yang karya fashion-nya telah menembus dunia. September 2019 lalu, karya fashion muslim mereka dipamerkan di Paris, Prancis,” ujarnya.

Dia menegaskan, bahwa lulusan BBPKL Semarang tidak hanya menjadi penjahit di pabrik garmen. Tapi mereka dengan karyanya bisa menembus pasar internasional dengan branding dan kualifikasi fashion desainer.

Lulusan BBPKL Semarang sebut dia, telah sukses mensejajarkan diri dengan para desainer senior Indonesia. Ini terbukti mereka sukses menampilkan berbagai karya di festival fashion muslim yang digelar di tingkat daerah, nasional maupun internasional.

Diantaranya, Asian Skill Competition, Fashion Paradise, Fashion Showcase La Mode A Paris, dan fashion show lainnya.

Pada tanggal 20-23 Februari 2020, karya fashion muslim mereka tampil di MUFFEST yang digelar di JCC. Edy berharap MUFFEST 2020 ini menjadi gerbang bagi alumni BBPKL Semarang untuk menembus pasar fashion dunia.

Menurutnya, kreasi karya para siswa BBPKL Semarang yang ditampilkan di MUFFEST 2020 merupakan prestasi yang membanggakan. Diantaranya, mulai dari ready to wear, hijab, dan tas.

Dalam gelaran MUFFEST ini, BBPKL Semarang mengusung tema ‘Erupsi Gunung Berapi dan Kebakaran Hutan’. Ini jelas dia, adalah konsep busana muslim yang dapat dipadu-padan dengan warna hitam, kuning, merah, dan abu-abu.

Untuk proses pewarnaan busana muslim, BBPKL Semarang menggunakan pewarna buatan berbahan alami. Sedangkan tas terbuat dari bahan sisa pembuatan busana muslim.

“Konsep kreasi karya terfokus pada alam, pewarnaan busana lebih dominasi hitam dengan bahan arang,” tuturnya.

Adapun tambah dia, untuk pelatihan di fashion teknologi di BBPKL Semarang, para siswa membutuhkan waktu tiga bulan atau selama 480 jam pelatihan.

Kembali Edy berharap siswa BBPKL Semarang ke depan dapat mengambil peran dalam memajukan industri fashion teknologi di tanah air.

Hingga kemudian bisa mengantarkan Indonesia menjadi pusat fashion muslim dunia pada 2030.

Lihat juga...