DBD di Sikka Lima Anak Meninggal Dunia

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

MAUMERE – Setelah perpanjangan status Kejadian Luar Biasa (KLB) Demam Berdarah oleh bupati Sikka provinsi NTT, Rabu (5/2/2020), jelang masa berakhir status KLB pasien meninggal dunia kembali bertambah.

Pasien terakhir yang meninggal dunia berusia 4 tahun bernama Rifalno Susanto Yulfrus asal dari desa Nitakloang, kecamatan Nita, yang meninggal dunia di RS TC Hillers Maumere, Jumat (14/2/2020) malam.

“Memang benar korban yang meninggal dunia sebanyak 5 orang dan semuanya anak-anak,” kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan kabupaten Sikka provinsi NTT, Petrus Herlemus, saat ditemui di pelabuhan Laurens Say Maumere, Senin (17/2/2020).

Korban yang meninggal dunia ini kata Petrus, sebelumnya menjalani perawatan selama 8 hari di RS Sta. Elisabeth Lela serta dirujuk ke RS TC Hillers Maumere dan dirawat selama 2 hari lamanya.

Dia menambahkan, hingga saat ini jumlah kasus demam berdarah sebanyak 644 kasus dimana kecamatan Magepanda masih menempati peringkat tertinggi jumlah penderita disusul Nita, Alok Barat, Alok, Alok Timur dan kecamatan Talibura.

“Semua rumah sakit baik rumah sakit pemerintah TC Hillers Maumere serta 2 rumah sakit swasta RS St. Gabriel Kewapante dan RS Sta. Elisabeth Lela semuanya masih penuh merawat pasien demam berdarah,” ujarnya.

Dokter anak di RS TC Hillers Maumere, dr. Mario B. Nara menyebutkan, pada Kamis (13/2/2020) pasien yang meninggal dunia ini dirujuk dari RS Sta. Elisabeth Lela dan telah menjalani perawatan sejak hari Rabu (5/2/2020).

Rumah sakit TC Hillers Maumere, kabupaten Sikka, provinsi NTT, yang banyak merawat pasien Demam Berdarah Dengue (DBD) saat dikunjungi, Senin (17/2/2020). Foto: Ebed de Rosary

Saat dirujuk ke RS TC Hillers sebut Mario, kondisi pasien demam berdarahnya berada pada grade tiga, enaefalopati dengue, anemia gravis, efusi paru kanan hipo albumin sehingga kondisi kesehatannya terus memburuk hingga meninggal dunia.

“Masyarakat harus sadar untuk membersihkan rumah dan lingkungan sekitarnya. Ini kan penyakit berbasis lingkungan sehingga daerah yang airnya tergenang dan tidak bersih membuat nyamuk demam berdarah berkembang biak dengan cepat,” ucapnya.

Yohana Nona, salah seorang warga kota Maumere menyebutkan, kebersihan di kota Maumere dan wilayah lainnya di kabupaten Sikka memang tidak terjaga dengan baik, dimana banyak saluran air yang tergenang dan tidak berfungsi dengan baik.

Di daerah pertokoan di kota Maumere saja kata Yohana, air tergenang di saluran-saluran yang berada persis depan toko-toko dan sulit dibersihkan karena sudah disemen semua oleh pemilik toko.

“Coba lihat saja di daerah pertokoan di kota Maumere, air tergenang di saluran karena dipenuhi tanah dan pasir. Bagaimana mau dibersihkan kalau salurannya ditutup dan dicor semen oleh pemilik toko,” ungkapnya.

Sebelumnya, pasien demam berdarah yang meninggal di RS TC Hillers Maumere yakni Elisabeth Maria, balita berusia 1,7 tahun meninggal Selasa (7/1/2020), Yohanes Yuliano Putra Bang umur 2,7 tahun, Selasa (21/1/2020) serta Adrianus A. Tani Wangge usia 6 bulan yang meninggal Rabu (5/2/2020).

Sementara seorang pasien lainnya bernama Feradensia Akulia Trifena,12 tahun, yang meninggal Selasa (4/2/2020) dirawat di RS Sta. Elisabeth Lela kecamatan Lela.

Lihat juga...