Komunitas Indonesia Sketchers, Ceritakan Situs Secara Visual

PONTIANAK  – Para seniman yang tergabung pada Komunitas Indonesia Sketchers Pontianak, Provinsi Kalimantan Barat menceritakan informasi tentang situs-situs bernilai sejarah yang ada di kota itu melalui media gambar.

“Dengan menggambar, maka para seniman dapat menceritakan situs-situs yang ada di Kota Pontianak sehingga kami juga mengajak para pemuda, khususnya yang memiliki hobi menggambar untuk bergabung di Komunitas Indonesia Sketchers Pontianak,” kata perwakilan Komunitas Indonesia Sketchers Pontianak, Reza di Pontianak, Minggu.

Ia menjelaskan pada Sabtu (15/2) komunitas itu menggambar dengan mengusung objek gambar Mega Mal Pontianak.

Para anggota komunitas masing-masing mencari titik terbaik untuk sudut pengambilan gambar di atas jembatan penyeberangan orang di depan Mal Pontianak, Jalan Ahmad Yani, dan kegiatan menggambar itu adalah kegiatan ke-8 kalinya.

Reza menjelaskan komunitas itu tidak hanya menjadikan Mega Mal yang dijadikan objek menggambar.

“Namun kami juga menceritakan situs bernilai sejarah lainnya seperti Rumah Radakng, Tugu Khatulistiwa, Kantor Wali Kota Pontianak dan situs lainnya yang ada di Pontianak,” katanya.

Rumah Radakng adalah sebutan untuk rumah panjang suku Dayak Kanayan di Provinsi Kalimantan Barat.

Melalui kegiatan itu, komunitas mengajak para anggotanya dan para seniman lainnya untuk terus semangat dalam berkarya.

Karena, menurut dia, menggambar adalah suatu hobi yang bernilai seni tinggi.

Kegiatan menggambar, katanya, memerlukan konsentrasi dan ketenangan yang baik untuk mendukung hasil gambar tersebut.

Namun berbeda dengan Komunitas Indonesia Sketchers Pontianak, para seniman tidak begitu terpengaruh dengan kondisi dan suasana pada saat menggambar.

Menurut dia sejak berdiri setahun lalu Komunitas Indonesia Sketchers Pontianak telah melakukan delapan kali kegiatan komunitas, yaitu mengunjungi situs-situs bangunan maupun tempat umum yang ada di Kota Pontianak.

Dengan membawa perlengkapan menggambar seperti pensil, kertas, penghapus, kuas dan cat, para seniman masing-masing menggambar dengan objek yang sedang dikunjungi tersebut.

“Kemudian menceritakannya melalui media gambar,” demikian Reza. (Ant)

Lihat juga...