Kongres Umat Islam Indonesia Perkuat Kehidupan Berbangsa

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

JAKARTA – Majelis Ulama Indonesia (MUI) berharap Kongres Umat Islam Indonesia (KUII) ke 7 menghasilkan penguatan di berbagai aspek kehidupan berbangsa, seperti halnya penguatan bidang politik, hukum dan ekonomi.

Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) MUI, Amirsyah Tambunan, menegaskan, dalam konteks ideologi politik negara, diharapkan semua pihak dapat meneguhkan Pancasila sebagai ideologi negara.

“Kalau ada pernyataan yang nyeleneh tentang Pancasila, maka ini bagian dari pemikiran yang bertentangan dengan ideologi negara,” kata Amirsyah pada konferensi pers persiapan dan perkembangan pembahasan KUII ke 7 di kantor MUI Pusat, Jakarta, Jumat (21/2/2020) sore.

Pembahasan yang harus dikuatkan lainnya pada KUII adalah aspek hukum. “Jadi, intinya adalah melakukan penguatan dalam konteks penegakan hukum,” ujarnya.

Selain itu, yakni korupsi menjadi fokus KUII yang akan dibahas. Karena ini menurutnya, masuk dalam konteks penegakan hukum. Sehingga masyarakat harus diikutsertakan dalam penegakan hukum dengan
melakukan social control.

“Banyaknya korupsi di negara ini, maka harus diselesaikan lewat penegakan hukum. Dan semua warga negara harus melakukan social kontrol terhadap negara. Agar hukum tidak tumpul ke atas dan tajam ke bawah,” tukasnya.

Amirsyah Tambunan yang menjabat Wakil Ketua Organizing Committee (OC) KUII ke-7 ini menambahkan, penguatan bidang ekonomi juga diharapkan ada kebijakan pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan umat muslim.

“Saat ini masih terasa kesenjangan ekonomi. Karena dalam bidang ekonomi, umat muslim masih tertinggal jauh. Ini isu penting yang akan dibahas di KUII ke 7,” ujarnya.

Wasekjen MUI, Nazamuddin Ramly, menambahkan, selain itu juga penguatan bidang pendidikan sosial filantropi menjadi isu penting yang akan dibahas di KUII.

Menurutnya, filantropi tidak hanya berkaitan dengan harta benda saja. Namun juga harus sepadan dengan pemikiran dan sikap umat muslim dalam kehidupan sehari-hari, yakni seperti aksi kedermawanan.

Dia menyebut, dalam pembahasan KUII akan difokuskan pula untuk membentuk badan filantropi, yang dapat menaungi lembaga zakat di seluruh Indonesia.

“Isu penting yang akan dibahas di KUII, adalah bentuk badan filantropi. Ini penting karena Indonesia mempunyai potensi filantropi besar dibandingkan dengan negara lain,” ujar Ramly.

Lebih lanjut dia menyampaikan, KUII ke 7 yang digelar di Bangka Belitung (Babel) pada tanggal 26-29 Februari 2020 dibuka oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi). Adapun penutupan kongres oleh Wakil Presiden KH Ma’ruf Amin.

KUII bertajuk ‘Strategi Perjuangan Umat Islam Indonesia untuk mewujudkan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) Maju, Adil dan Beradab’, menghadirkan Pimpinan MUI, Dewan Pimpinan Pertimbangan MUI.

Dan juga tokoh agama, perguruan tinggi Islam baik negeri maupun swasta, Kanwil Kementerian Agama se-Indonesia, ormas-ormas Islam, dan pondok pesantren.

Selain itu, pihaknya juga mengundang sembilan ketua umum partai politik yang punya kursi di DPR.

Yakni sebut dia, Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri, Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto, Ketua Umum Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono, Ketua PAN Zulkifli Hasan, Presiden PKS Sohibul Iman, Ketua Umum Nasdem Surya Paloh, Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar.

Ramly berharap para Ketum partai politik tersebut dapat hadir dan menjadi pembicara kongres umat Islam tentang kebijakan-kebijakan regulasi yang dihadapi umat Islam Indonesia.

“Itu harapan kami. Ya karena kan kita tahu pembentukan UU itu presiden dan DPR, kaitannya dengan hukum. Seperti halnya bagaimana UU omnibus law menjadi sesuatu hal yang baru. Ini banyak masyarakat yang bereaksi terkait omnibus law,” tukas Nazamudin Ramly yang menjabat Panitia Pengarah KUII ke 7.

Selain itu, tambah dia, panitia KUII juga mengundang para menteri Kabinet Indonesia Maju, Ketua DPR RI, Puan Maharani dan sejumlah tokoh agama serta ekonomi.

Diantaranya, mantan presiden Jusuf Kalla, Sandiaga Uno, Haedar Nasir, Hamdan Zoelva, Chairul Tanjung, Siti Zuhro, dan lainnya.

Lihat juga...