Kopi Durian, Variasi Alternatif Menikmati Buah Durian

Editor: Makmun Hidayat

LAMPUNG — Musim durian yang masih berlangsung di sebagian wilayah Lampung memberi pilihan cara menikmati. Durian banyak diperoleh di wilayah sentra durian, salah satunya di Kecamatan Tanjung Karang Barat kota Bandar Lampung.

 Hasan, salah satu pedagang buah durian di Jalan Raden Imba Kesuma Ratu, Kelurahan Sukadanaham menyebut buah bisa dinikmati dalam kondisi segar dan olahan kuliner. Jenis durian yang banyak dijual menurutnya varietas keturunan montong, ketan dan keong.

Berbagai jenis durian tersebut kerap dinikmati konsumen dalam kondisi segar setelah jatuh di sejumlah kebun. Konsumen juga bisa membeli durian secara satuan, gandengan maupun borongan. Sebagai sentra buah durian ia memastikan durian yang dijual merupakan jatuhan dengan ciri khas aroma wangi, rasa manis legit dan pahit.

Hasan (kanan) menjual durian khas Sukadanaham Kecamatan Tanjung Karang Barat kota Bandar Lampung melayani pembeli yang akan menikmati durian dalam kondisi segar atau dibuat menjadi kopi, Sabtu (1/2/2020). -Foto: Henk Widi

Kepiawaian pembeli memilih durian jatuhan diakuinya bisa menghindari membeli durian hasil peraman. Buah durian bisa dinikmati dalam kondisi segar setelah dibelah. Bagi penyuka buah durian dinikmati dengan kopi di sejumlah warung juga telah disediakan kopi durian. Selain dinikmati bersama kopi, durian bisa dibuat menjadi sop durian, ketan durian dan sambal durian atau tempoyak.

“Berbagai cara menikmati buah durian bisa dilakukan dalam kondisi segar dan pecinta kopi kerap menikmati kopi dengan daging buah durian menambah sensasi wangi dan lezat,” ungkap Hasan saat ditemui Cendana News, Sabtu (1/2/2020).

Menikmati kopi durian menurut Hasan cukup sederhana. Sebab buah durian yang sudah dibelah langsung bisa dicampurkan dengan kopi hitam yang telah diseduh. Selain hanya memakai kopi hitam bisa dicampur dengan susu kental dan keju. Namun pembuatan kopi durian sesuai dengan selera konsumen. Sejumlah pedagang yang ada di wilayah Sukadanaham bahkan menyediakan kopi secara gratis saat menikmati durian.

Astuti, salah pelanggan kopi durian mengaku memilih menikmati daging buah durian dalam kondisi segar usai dibelah. Ia akan membuat kopi durian bagi sang suami saat membeli untuk dibawa ke rumah. Jenis durian Sukadanaham menurutnya memiliki daging buah yang legit dan manis. Selain dimakan dalam kondisi segar ia membeli durian yang segar untuk disimpan dalam lemari pendingin.

“Setiap membeli durian saya membawa wadah toples kedap udara agar aroma durian tidak menyengat di mobil,” paparnya.

Stevani Nory,warga Teluk Betung Kota Bandar Lampung menikmati durian yang dicampur kopi, Sabtu (1/2/2020). -Foto: Henk Widi

Buah durian yang disimpan dalam lemari pendingin bisa dinikmati saat kondisi segar. Saat akan dinikmati dengan kopi buah durian yang disimpan dalam lemari pendingin bisa dicampurkan. Musim durian yang melimpah menurutnya bisa diawetkan dengan cara dibekukan sehingga bisa dinikmati meski musim durian berakhir.

Stevani Nory, warga Teluk Betung menyebut menikmati buah durian dengan kopi tepat saat musim penghujan. Sebab daging buah durian yang memiliki aroma wangi akan tercampur sempurna dengan kopi bubuk. Ia sengaja tidak melepas bagian biji agar sensasi menikmati buah durian masih terasa. Cara menikmati kopi durian menurutnya bisa dilakukan dengan proses menyeduh dalam panci.

“Teknik agar aroma durian kopi tercampur sempurna dilakukan dengan merebusnya dengan gula, kopi dan durian berbarengan,” cetus Stevani Nory.

Setelah air mendidih campuran kopi, durian akan dituang dalam cangkir atau gelas. Cara praktis yang dilakukan menurutnya dilakukan dengan menyeduh kopi dari termos. Namun takaran air yang ada di dalam cangkir harus diukur agar tidak membludak saat biji durian dimasukkan. Kopi durian akan lebih nikmat saat disajikan dalam kondisi panas dan cocok saat musim penghujan.

Lihat juga...