Kreasi Boga Kue Dadar Gulung Mawar Banyumas

Editor: Koko Triarko

PURWOKERTO – Dadar gulung merupakan makanan tradisional yang selama ini hanya berbentuk gulungan dan berwarna hijau khas daun pandan. Namun di tangan Eviyanti, dadar gulung berubah bentuk menjadi lebih indah menyerupai bunga mawar.

Ibu dua anak ini mengaku terinspirasi untuk membuat bentuk baru dadar gulung, setelah melihat bunga mawar yang merekah di halaman rumahnya.

Menurutnya, kulit dadar gulung yang terbuat dari tepung terigu, mudah dibentuk sehingga memungkinkan jika dibentuk menyerupai bunga mawar.

“Saya penggemar makanan tradisional dan kurang suka dengan makanan fast food. Karena bosan dengan bentuk dadar gulung yang sejak dulu itu-itu saja, saya coba untuk membuat dalam bentuk lain,” kata Evi, di rumahnya, Perum Tanjung Elok, Kecamatan Purwokerto Selatan, Kabupaten Banyumas, Sabtu (29/2/2020).

Pembuatan dadar gulung mawar, Eviyanti, saat ditemui di rumahnya, Sabtu (29/2/2020). –Foto: Hermiana E. Effendi

Menurutnya, makanan tradisional itu lebih sehat dan aman dikonsumsi. Sebab, bahan makanan semua fresh dan tanpa pengawet. Sehingga saat menghindangkan untuk keluarga juga tidak ragu.

Pembuatan dadar gulung mawar ini sama dengan cara membuat dadar gulung pada umumnya. Untuk kulit, dibuat dari campuran tepung terigu, telur, santan dan diberi pewarna makanan sedikit. Sementara untuk isi dadar gulung dibuat dari campuran kelapa parut, gula merah dan garam.

Adonan kulit dadar gulung dimasak terlebih dahulu menjadi kulit tipis. Setelah itu, baru dimasukkan adonan isi parutan kelapa yang sudah dimasak.

“Untuk membentuknya memang sedikit lebih ribet, jadi isi parutan kelapa dimasukkan di tengah kulit dadar gulur, setelah itu bagian pinggir kulit dilipat-lipat menyerupai bunga mawar,” terangnya.

Bentuk dadar gulung yang tidak lazim ini, ditambah dengan isi parutan kelapa yang menyembul di tengahnya, membangkitkan selera makan tersendiri.

Evi mengaku, hanya dalam hitungan menit dadar gulung buatannya ludes dimakan anak dan suaminya.

Melihat hasil inovasi masakan kue tradisional yang ternyata enak dan indah ini, Evi mulai berpikir untuk membuka bisnis kuliner tradisional. Sebab, saat berbagi dadar gulung buatannya dengan tetangga, semuanya mengatakan enak dan mendorong untuk menerima pesanan snack.

“Dadar gulung buatan Ibu Evi itu rasanya enak dan bentuknya indah, seperti bunga mawar, bahkan awalnya saya merasa sayang untuk memakannya, tetapi aromanya menggoda sekali jadi langsung santap saja,” kata Ibu Dewi.

Lihat juga...