Kredit Macet Jadi Tantangan Koperasi SHS Mandiri Krambilsawit

Editor: Makmun Hidayat

YOGYAKARTA — Meski telah memiliki lebih dari 1300 anggota dengan guliran dana mencapai Rp2,830 miliar, Koperasi SHS Mandiri Krambilsawit binaan Yayasan Damandiri berjalan bukan tanpa kendala. 

Koperasi yang berada di Desa Cerdas Mandiri Lestari Krambilsawit Saptosari Gunungkidul ini juga memiliki sejumlah tantangan, salah satunya adalah persoalan kredit macet sebagaimana banyak dialami lembaga keuangan lainnya.

Kultur masyarakat pedesaan yang mayoritas masih berpenghasilan rendah, hingga tingginya kebutuhan hidup di wilayah desa terpencil, turut memengaruhi pembayaran angsuran bulanan yang dilakukan oleh anggota koperasi atau nasabah.

Tak hanya itu, Manajer Usaha Koperasi SHS Mandiri Krambilsawit Emi Malina juga menyebut banyaknya warga desa yang terlilit rentenir atau bank plecit juga ikut memengaruhi kemampuan warga membayar kredit di unit Usaha Modal Kita KUD SHS Mandiri Krambilsawit.

“Ada beberapa penyebab munculnya kredit macet. Mulai dari karakter nasabah yang memang agak susah mengembalikan, usaha yang dijalankan nasabah tidak berjalan sesuai rencana, banyaknya kebutuhan sosial warga desa seperti menyumbang hajatan, hingga banyak warga yang sudah meminjam di tempat lain seperti misalnya bank plecit,” katanya, belum lama ini.

Dari sejumlah faktor itulah, Emi mengaku harus berhati-hati dalam melakukan penagihan cicilan bulanan. Selain karena koperasi memiliki prinsip gotong-royong dan kekeluargaan, hal itu juga dilakukan agar setiap nasabah bisa menutup pinjaman pada akhir tahun.

“Tentu kita melakukan pendekatan secara kekeluargaan dengan terus-menerus. Agar setiap nasabah bisa menutup pinjaman, namun tidak memberatkan mereka,” imbuhnya.

Untuk antisipasi, lanjutnya, pihaknya juga melakukan verifikasi secara ketat saat awal mengajukan pinjaman. Seperti misalnya menyampaikan ke kelompok agar lebih hati-hati menyetujui setiap pengajuan pinjaman anggota.

“Harus dilihat dulu karakternya gimana, sudah pinjam di tempat lain atau belum,” pungkasnya.

Lihat juga...