Kue Keranjang, Kudapan Khas Saat Perayaan Imlek

Editor: Makmun Hidayat

BEKASI — Aneka hidangan di di tahun baru Imlek memiliki makna tersendiri bagi keturunan tionghoa di Kota Bekasi, Jawa Barat, seperti salah satunya adalah kue keranjang atau dodol China.

Menyantap dan membagikan kue keranjang menjadi salah satu tradisi. Kue keranjang bisa dikatakan sebagai salah satu ciri khas dalam pergantian tahun baru China.

“Kue keranjang dipastikan selalu ada setiap rumah warga Tionghoa di setiap tahun baru Imlek. Dodol China nama lain dari kue tersebut menjadi kue tahunan yang hanya ada saat perayaan Imlek,” kata Kim Chian pengurus Klenteng Hok Lay Kiong, Kota Bekasi kepada Cendana News, Sabtu (8/2/2020).

Dikatakan kue kerangjang merupakan bagian dari budaya Konghucu di setiap pergantian tahun. Disamping digunakan sebagai suguhan di klenteng juga disantap atau hidangan di rumah. Tapi untuk suguhan dan hidangan di rumah tentu berbeda bentuknya.

Menurutnya kue keranjang dipercaya sebagai lambang tahun baru Imlek untuk sesuatu yang manis. Kue keranjang dilambangkan sebagai pemanis dan bisa memberikan kemanisan untuk tahun yang akan dihadapi.

Pengurus Klenteng Hok Lay Kiong, Engkong Bebeng, menunjukkan kue keranjang yang memiliki tingkatan ganjil sebagai suguhan, ke leluhur di klenteng dalam perayaan Imlek dan Cap Go Meh 2571 atau tahun 2020, Sabtu (8/2/2020). -Foto: M. Amin

Engkong Bebeng, pengurus Klenteng lainnya menambahkan bahwa filosofi kue keranjang bukan kudapan biasa. Karena dalam proses pembuatannya pun tidak sembarangan. Jika bukan keturunan Tionghoa kue keranjang tidak akan jadi dengan sempurna.

“Kue keranjang sebagai salah satu kue tradisi, lambang pemanis. Untuk suguhan di klenteng sendiri memiliki aturan tersendiri dan mengandung makna. Susunan untuk suguhan di klenteng jumlahnya harus ganjil, mulai dari tiga susun, sampai sembilan susun,” ujar Bebeng.

Untuk rasa dari kue keranjang hampir mirip dengan dodol Betawi, tetapi rasa dan cara pembuatannya berbeda dan bentuk kue keranjang bulat dan lebih keras.

Dalam proses pembuatan kue keranjang memerlukan waktu sehari penuh dibakar dengan kayu bakar. Bedanya dengan dodol lanjutnya hanya di masukkan dalam alat khusus semacam cerobong.

“Kalo dodol Betawi dibuatnya dengan terus diaduk agar merata, kalo kue keranjang dibakar dialat khusus seperti cerobong dan didiamkan saja. Istilahnya kue kerangjang dibuat dengan kukus,” tukasnya.

Untuk bahan baku kue keranjang biasanya menggunakan tepung beras dan gula merah dicampur dengan gula putih. Untuk harga kue keranjang dijual dengan sistem kiloan, untuk harga per kilo di mulai dengan harga Rp35 ribu.

Lihat juga...