Lembaga Syariah Harus Membangun Wirausahawan Muslim

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

JAKARTA – Mantan Direktur Utama Bank Muamalat, Zainulbahar Noor, mengatakan, perkembangan ekonomi syariah yang semakin pesat, mengharuskan semua lembaga syariah di Indonesia untuk membangun entrepreneur umat Islam.

“Pengusaha muslim (entrepreneur) bukan tidak ada, tapi terlalu sedikit dibandingkan korporasi. Sehingga hampir semua lembaga syariah di Indonesia perlu entrepreneur muslim,” kata Zainulbahar kepada Cendana News, Jumat (28/2/2020).

Apalagi, menurutnya, era globalisasi memicu persaingan bisnis ekonomi syariah yang semakin ketat di setiap negara, termasuk di Indonesia. Sehingga semangat entrepreneurship harus diterapkan di setiap lembaga syariah sebagai gerakan ekonomi syariah di Indonesia.

Entrepreneur muslim memberi nilai tambah bagi pertumbuhan ekonomi syariah dan keuangan syariah Indonesia.

“Ekonomi syariah tahun 2020, saya tidak merasa terlalu optimis, apalagi sampai 10 persen market share-nya. Tapi kalau bertahan sekitar 6 persen saja itu sudah cukup baik,” ujar Zainulbahar Noor yang menjabat sebagai Ketua Bidang Pengembangan Perbankan, Lembaga Keuangan dan Pasar Modal Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI).

Menurutnya, untuk perbankan syariah tidak mudah untuk memperbesar total asetnya. Tidak sukar juga untuk memperbesar Dana Pihak Ketiga (DPK). Karena memang tidak banyak umat Islam yang kaya.

“Jadi kalau ritel diperkuat, DPK itu bertambahnya besar sekali,” tandasnya.

Namun demikian kembali dia menegaskan, untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi syariah dan keuangan syariah sangat diperlukan entrepreneur muslim.

Apalagi ajaran Islam sangat mendorong entrepreneur bagi umatnya. Sehingga sangat penting bagi umat Islam untuk membangun jiwa kewirausahaan dalam kehidupannya.

Lihat juga...