Lulusan Perguruan Tinggi Harus Jadi Inovator Pekerjaan

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

BEKASI – Sekretaris Menteri Koperasi dan UKM, Rully Indrawan, meminta generasi muda menciptakan karya-karya kreatif dan inovatif dalam membangun perekonomian bangsa di tengah ketidakpastian ekonomi global saat ini.

Generasi milenial harus menjadi seorang job creator bukan job seeker atau pemburu pekerjaan, untuk meningkatkan jumlah wirausahawan Indonesia.

“Ketidakpastian ekonomi global yang terjadi berdampak pada ekonomi RI yang hanya berkisar pada 5 persen,” ujar Rully Indrawan saat menghadiri wisuda Universitas Pelita Bangsa, Cikarang, Bekasi, Jawa Barat, Sabtu (22/2/2020).

Dikatakan dengan pertumbuhan ekonomi sekarang hanya mampu menciptakan lapangan kerja untuk dua juta angkatan baru setiap tahunnya. Sementara, imbuhnya Indonesia sendiri masih mempunyai tanggungan 7,05 juta pengangguran berdasarkan data Badan Pusat Statistik.

“Dari sinilah perguruan tinggi memiliki peran penting untuk mendorong dan meningkatkan jumlah wirausahawan di Indonesia. Jadi, lulusan perguruan tinggi itu harus disiapkan menjadi job creator bukan job seeker,” tukasnya.

Menurutnya masih minimnya wirausahawan ini bisa berakibat pada jumlah lapangan pekerjaan yang tidak sebanding dengan pencari kerja. Dimana imbuhnya jumlah wirausaha Indonesia baru mencapai 3,5 persen dari jumlah penduduk.

“Rasio ini masih lebih rendah dibandingkan dengan negara lain seperti Malaysia 5 persen, China 10 persen, Singapura 7 persen, Jepang 11 persen maupun AS yang 12 persen,” ungkapnya.

Dia meminta wisudawan dari Pelita Bangsa Bekasi dapat memanfaatkan peluang di Indonesia yang memiliki bonus demografi. Dimana jumlah penduduk usia produktif mendominasi jumlah populasi penduduk, dengan perkiraan penambahan jumlah penduduk usia produktif hingga tahun 2030 mencapai 70 persen.

Dari jumlah tersebut tegasnya, diketahui struktur penduduk usia produktif didominasi oleh generasi milenial yaitu generasi yang lahir pada tahun 1980-1997.

“Generasi inilah yang akan berperan besar pada era bonus demografi, dan memegang kendali atas roda pembangunan ekonomi bangsa,” paparnya.

Dia meminta generasi millenial harus mampu memiliki kemampuan dan keahlian yang lebih. Jika tidak bonus demografi ini akan menjadi ancaman bagi para milenial yang mengakibatkan pengangguran massal dan berdampak pada kemiskinan serta peningkatan kriminalitas.

Menghadapi peran dalam membangun perekonomian bangsa,  ada beberapa profesi yang bisa muncul dari karya-karya kreatif dan inovatif para generasi millenial itu sendiri.

Rully mencontohkan seperti start up, conten creator, barista, fotografer, youtuber, dan masih banyak lagi. Dari kesemuanya itu, adalah bentuk-bentuk usaha yang bisa dilakukan para milenial untuk mencapai kesuksesan.

Kepada wisudawan dia berpesan bahwa berwirausaha atau membuka usaha sendiri sangat penting bagi generasi milenial. Selain untuk mencapai keuntungan dan mengekspresikan diri melalui usaha sendiri, berwirausaha dapat membuka lapangan pekerjaan dan bermanfaat untuk masyarakat.

Kementerian Koperasi dan UKM telah menetapkan 6 program strategis untuk mendukung pengembangan UMKM antara lain, perluasan akses pasar, peningkatan daya saing, pengembangan kewirausahaan, akselerasi pembiayaan, kemudahan dan kesempatan berusaha, dan terakhir koordinasi lintas sektor. Dimana kementerian koperasi menggandeng pihak-pihak lain untuk dapat mengembangkan UMKM.

“Koperasi dan UMKM akan menjadi penopang perekonomian bangsa. Generasi milenial ikut berkontribusi dalam menaikkan skala UMKM dan mewarnai bidang-bidang usaha UMKM dengan ide-ide kreativitas dan inovatif para generasi milenial,” pungkasnya.

Lihat juga...