Lurun Kabor Meraja, Lezatnya Ikan Kuah Santan asal Sikka

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

MAUMERE – Negeri ini begitu kaya akan kuliner termasuk di Kabupaten Sikka, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), yang memiliki beragam kuliner tradisional yang diolah dengan berbagai bahan atau bumbu tradisional yang membuat masakan enak disantap.

Lurun Kabor merupakan bahasa daerah Sikka yang artinya ikan kuah santan, sebuah makanan khas masyarakat kabupaten Sikka yang biasanya juga dijual di warung makan yang menyajikan makanan tradisional.

“Sebenarnya masakan ikan kuah santan ini hampir sama dengan di wilayah lainnya hanya cara pembuatannya yang sedikit berbeda,” kata Berta Jemahul, ketua kelompok Kloang Aur, kecamatan Nita, kabupaten Sikka, provinsi NTT, Sabtu (15/2/2020).

Berta Jemaul, ketua kelompok Kloang Aur, desa Nita Kloang, kecamatan Nita, kabupaten Sikka, provinsi NTT, saat ditemui, Sabtu (15/2/2020). Foto: Ebed de Rosary

Berta, perempuan asal desa Nita Kloang ini menyebutkan, cara membuatnya pertama-tama harus memilih ikan karang atau ikan dasar laut yang biasanya dipancing nelayan dan dijual di pasar ikan secara benar karena memastikan ikannya harus segar.

Bisa juga kata dia menggunakan ikan tongkol atau ikan tuna tetapi harus ikan segar karena akan berpengaruh terhadap rasa dari masakan yang akan dibuat dan dihidangkan.

“Bersihkan ikan lalu potong sesuai dengan ukurannya. Ikan tersebut lalu dipanggang atau dbakar hingga setengah matang lalu diangkat dibiarkan hingga kering,” ujarnya.

Ambil kelapa tua lalu parut dan peras santannya, kata Berta, dimana diusahakan santan yang diambil harus benar-benar santan kental dari kelapa yang benar-benar tua dan bagus.

Bumbu-bumbu yang disiapkan sebutnya, hanya sederhana saja seperti garam secukupnya ditambah dengan bawang merah dan bawang putih, serta daun Meraja sejenis daun Salam.

“Daun Meraja ini yang menjadi ciri khas dan membuat masakan menjadi lezat dan berbeda dari masakan ikan kuah santan lainnya yang biasa dihidangkan di tempat lain,” ungkapnya.

Hiporsia Filatea, anggota kelompok Kloang Aur lainnya menambahkan, cara mengolahnya sederhana sekali dimana santan kelapa tentunya harus dimasak terlebih dahulu hingga mendidih.

Setelah itu tambah Hiporsia, masukkan bumbu-bumbu yang telah disiapkan seperti bawang merah, bawang putih, garam serta daun Meraja dan biarkan beberapa menit lalu masukkan ikan bakar.

“Aduk hingga merata dan biarkan hingga matang lalu angkat dan hidangkan. Lebih enak dimakan saat masih panas sebab aromanya lebih berasa, dan untuk menghindari santan menjadi basi bila ditaruh lama,” pesannya.

Lihat juga...