Menkes: Orang Tua Dulu Mencontohkan Cara Menjaga Ketahanan Kesehatan

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

MALANG – Menteri Kesehatan (Menkes) Dr. dr. Terawan Agus Putranto, Sp.Rad(K), meminta agar masyarakat termasuk para civitas akademika bisa berpikir rasional dan memberikan inoformasi yang menyejukkan sebagai pondasi dari ketahanan sebuah bangsa.

Karena dengan berpikir rasional bisa menghadapi paranoid yang selama ini banyak menyebar melalui informasi yang tidak seimbang.

“Kami berharap para guru besar, mahasiswa, dekan dan rektor untuk bisa membuat Informasi yang selalu menyejukkan yang dapat dimulai dari rumah tangga masing-masing. Sebab tanpa itu semua, ketahanan kesehatan kita akan hancur,” ucapnya saat memberikan kuliah tamu bertajuk Ketahanan Kesehatan Nasional di Universitas Brawijaya (UB), Jumat sore (28/2/2020).

Ketahanan kesehatan bisa hancur bukan karena penyakitnya, tapi terkena informasinya. Justru lebih berat terkena informasi yang tidak tepat, karena bisa membuat masyarakat goyah dalam menjaga ketahanan kesehatan nasional.

Lebih lanjut disampaikan Terawan, hingga kini penyebaran penyakit menular masih menjadi ancaman bagi negara-negara di dunia termasuk Indonesia, baik yang menyebar secara alamiah, maupun yang terjadi secara disengaja atau insidentil.

Beragam jenis penyebaran penyakit seperti SARS, H1N1 influenza, MERS-CoV, H7N9 Influenza, Ebola, Zika dan yang terbaru virus Covid-19 atau corona.

Menurutnya untuk menyikapi dan menghadapi wabah penyakit menular tersebut, para orang tua dulu telah memberikan contoh.

“Orangtua kita dulu sebenarnya telah memberikan contoh dalam menghadapi wabah penyakit menular dengan cara melakukan tirakat, berpikir yang jernih, dan mendoakan yang baik. Selanjutnya adalah jangan mendatangi yang sakit dan yang sakit itu jangan keluar, itu pesan dari orangtua kita dulu,” ungkapnya.

Sebenarnya ilmunya sudah ada, kalau penyakitnya menular jangan didatangi dulu. Begitu juga bagi yang merasa sakitnya menular jangan keluar agar tidak menulari yang lain.

“Itu sebenarnya yang disebut ketahanan nasional yang sudah dibangun oleh para sesepuh kita yang selalu memberikan contoh kepada generasi muda,” ucapnya.

Selain itu, untuk menangani penyakit menular tersebut pihaknya telah melakukan penanganan yang sudah sesuai dengan tool atau standar yang sudah diterapkan WHO, sehingga masyarakat tidak perlu khawatir terhadap penyakit yang selama ini menjadi pandemi dunia.

“Yang terpenting adalah melakukan pencegahan. Jika kita sudah mengacu tool WHO berarti kita sudah melakukan penguatan ketahanan kesehatan nasional,” katanya.

Dia menambahkan untuk menjaga ketahanan diri dan kesehatan yang terpenting adalah selalu cuci tangan dan berolahraga, serta mengkonsumsi makan-makanan dengan gizi seimbang.

“Semoga upaya kita bersama ini bisa bermanfaat bagi kemajuan bangsa dan masyarakat dalam mewujudkan Indonesia sehat, Indonesia kuat, sumber Daya Manusia (SDM) unggul, Indonesia maju di 2045,” pungkasnya.

Lihat juga...