Orang Tua Diimbau Jalin Kedekatan Cegah Kekerasan Anak

Editor: Koko Triarko

Kapolresta Banyumas, Kombes Pol Whisnu Caraka, di Polresta Banyumas, mengimbau agar orang tua jalin kedekatan komunikasi dengan anak, Kamis (20/2/2020). -Foto: Hermiana E. Effendi

PURWOKERTO – Kapolresta Banyumas, Kombes Pol Whisnu Caraka, mengimbau agar orang tua menjalin kedekatan dengan anak, supaya mudah dalam memberikan edukasi, menyusul masih maraknya kekerasan seksual pada anak di wilayah tersebut.

“Jangan biarkan anak kehilangan sosok orang tua atau merasa jauh dari orang tua, karena yang paling mudah memberikan edukasi tentang berbagai hal adalah orang tua, termasuk dalam memberikan pengertian tentang seks,” kata Kapolresta Banyumas, Kamis (20/2/2020).

Pernyataan Kapolresta Banyumas ini sehubungan dengan adanya pengungkapan kasus pencabulan terhadap anak usia 7 tahun, yang dilakukan oleh petugas keamanan di perumahan tempat tinggal korban.

Tersangka GL (25), warga Desa Karangnanas, Kecamatan Sokaraja, diamankan Sat Reskrim Polresta Banyumas pada Rabu (19/2/2020) malam, atas laporan dari orang tua korban.

Peristiwa yang menimpa korban atas nama TD, terjadi saat kedua orang tuanya sedang tidak berada di rumah. Pembantu korban, yang merupakan mertua dari pelaku, mambawa pulang TD. Dan, di rumah pembantu korban tersebut peristiwa pencabulan terjadi.

“Dari kasus ini, hubungan antara korban dengan pelaku sebenarnya tidak dekat, korban justru dekatnya dengan mertua pelaku. Namun, ada situasi di mana korban bertemu pelaku sendirian, yaitu di rumah pembantu korban,” terangnya.

Lebih lanjut Whisnu menjelaskan, berkaca dari kasus tersebut, sangat penting kedekatan antara orang tua dan anak. Kedekatan yang dimaksud adalah dalam hal komunikasi, di mana orang tua memberikan edukasi tentang berbagai hal sesuai dengan usia anak.

“Pendidikan seks dini penting, asal diberikan sesuai porsinya, yaitu disesuaikan dengan usia sang anak. Untuk anak kecil, diberikan pengertian sebatas wilayah-wilayah tubuh yang tidak boleh diperlihatkan atau pun disentuh oleh orang lain, terlebih oleh lawan jenis,” jelasnya.

Kasus pencabulan ini, sekarang sedang ditangani Unit PPA Sat Reskrim Polresta Banyumas, sebab korbannya masih di bawah umur.

Tersangka GL dijerat dengan Pasal 81 dan 82 UU nomor 35 tahun 2014, tentang perubahan atas UU nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak.

Sementara itu, dari data Pusat Pelayanan Terpadu Penanganan dan Perlindungan Korban Kekerasan berbasis Gender dan Anak (PPT PKBGA), sepanjang 2019 terjadi 43 kasus kekerasan terhadap anak. Dari jumlah tersebut, kasus kekerasan seksual mendominasi, yaitu 31 kasus.

Ketua PPT PKBGA, Tri Wuryaningsih, mengungkapkan, fakta tersebut mengundang keprihatinan dan dibutuhkan campur tangan semua pihak untuk menekan kasus kekerasan seksual terhadap anak. Mulai dari keluarga, sekolah, lingkungan hingga para pemangku kebijakan, baik pemerintah daerah maupun pihak kepolisian.

Lihat juga...