Over Kapasitas, Penghuni Lapas Purwokerto Didominasi Napi Narkoba

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

PURWOKERTO – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Purwokerto sudah mengalami over kapasitas, dari kapasitas 488 orang, saat ini Lapas sudah dihuni oleh 827 warga binaan. Dan dari jumlah tersebut, 60 diantaranya merupakan narapidana kasus narkoba.

“60 persen penghuni adalah kasus narkoba, namun tidak hanya dari wilayah Purwokerto saja, tetapi banyak juga kiriman dari luar daerah, seperti dari Lapas Salemba, Lapas CipinangJakarta, kemudian dari Lapas di Jawa Barat, Jawa Timur dan Lapas-lapas lain di wilayah Jawa Tengah,” Kalapas Purwokerto, Ismono usai menyaksikan teleconference dengan Menkumham dan kanwil se-Indonesia di Lapas Purwokerto, Kamis (27/2/2020).

Kalapas Purwokerto, Ismono, Kamis (27/2/2020) di Lapas Purwokerto. Foto: Hermiana E. Effendi

Di tengah over kapasitas, pihak Lapas tetap berusaha untuk memberikan pelayanan terbaik kepada para warga binaan. Mulai dari pelayanan makanan hingga hak-hak narapidana sebisa mungkin dipenuhi.

Lebih lanjut Ismono mengatakan, untuk mendirikan bangunan baru, sejauh ini belum ada rencana. Sehingga bangunan yang sudah ada dimaksimalkan. Lapas Purwokerto memiliki tiga blok ruang tahanan, masing-masing blok ada yang terdiri dari 26 kamar, 32 kamar dan 37 kamar.

Ukuran kamar tahanan ada yang besar dan kecil. Kamar yang besar dengan ukuran 6 x 5 meter dihuni oleh sekitar 15 orang dan untuk kamar yang kecil dengan ukuran 3 x 4 meter, dihuni oleh 7 – 9 orang.

“Meskipun sudah over kapasitas, tetapi masih layak huni, karena untuk pembangunan gedung baru saat ini belum memungkinkan,” kata Ismoyo.

Sebagai gantinya, Lapas Purwokerto berusaha memberikan pelayanan terbaik di tengah over kapasitas Lapas. Mulai dari pelayanan makanan dan minuman, peralatan mandi dan peralatan tidur penghuni diberikan sesuai dengan porsinya. Termasuk hak-hak warga binaan untuk mendapatkan remisi dan sejenisnya.

Terkait jumlah sipir atau petugas keamanan Lapas, Ismono mengatakan, pihaknya sangat kekurangan personel. Saat ini di Lapas Purwokerto ada 127 pegawai dan 48 diantaranya merupakan petugas keamanan.

Jumlah petugas keamanan tersebut dibagi dalam empat regu, sehingga dalam satu kali tugas hanya ada 12 orang petugas keamanan. Padahal idealnya, satu regu jaga jumlahnya antara 15-20 orang.

Meskipun begitu, Ismono mengatakan, pihaknya tidak terlalu khawatir dengan kemungkinan munculnya keributan di Lapas, sebab Lapas sekarang berbeda dengan zaman dulu. Menurutnya, sekarang Lapas lebih mengedepankan pendekatan persuasif dengan berdialog.

“Jika mengandalkan kekuatan keamanan, tentu kita sudah kalah jumlah, karena itu kita kedepankan pendekatan persuasif dan sejauh ini semua bisa berjalan dengan kondusif,” terangnya.

Sementara itu dalam teleconference, Direktur Jenderal Pemasyarakatan, Sri Puguh Budi Utami mengajak seluruh Lapas untuk mewujudkan kemandirian pangan, dengan memanfaatkan lahan-lahan yang ada.

Sri menyatakan, pihaknya mempunyai sawah seluas 66 hektare di Nusakambangan dan seharusnya bisa mewujudkan ketahanan pangan.

Lihat juga...