Pacuan Kuda Tradisional Gayo Diikuti 371 Kuda Pacu

Pelepasan race pertama pacuan kuda di Lapangan HM Hasan Gayo, Belang Bebangka, Pegasing, Aceh Tengah, Senin (24/2/2020) – Foto Ant

BANDA ACEH – Sebanyak 371 kuda pacu dari empat kabupaten di Provinsi Aceh, ikut berlaga dalam perlombaan pacuan kuda tradisional Gayo. Pacuan digelar dalam rangka hari ulang tahun ke-443 Takengon, Aceh Tengah.

Bupati Aceh Tengah, Shabela Abubakar, di arena Lapangan HM Hasan Gayo, Belang Bebangka mengatakan, pacuan kuda sebagai pesta rakyat. Kegiatannya digelar setiap tahun, dan harus benar-benar menjadi hiburan bagi rakyat dan warga diimbau tidak berjudi. “Dapat dinikmati oleh seluruh lapisan masyarakat dengan penuh kegembiraan,” kata Bupati Shabela Abubakar, di Aceh Tengah, Senin (24/2/2020).

Penyelenggaraan pacuan kuda merupakan satu bagian dari tradisi masyarakat di Dataran Tinggi Gayo, saat menyambut hari-hari besar yang dianggap sakral dan penting. Menurutnya, pesta rakyat itu juga telah menjadi media silaturahmi dan hiburan untuk semua kalangan.

Tidak hanya bagi penggemar olahraga berkuda, namun juga untuk pelaku ekonomi. “Tapi juga para pedagang, dan bahkan masyarakat dari luar daerah. Terkhususnya bagi saudara serumpun dari Kabupaten Bener Meriah, Gayo Lues, dan Aceh Tenggara,” tandasnya.

Untuk memeriahkan kompetisi, setiap pengunjung dapat menjaga dan mengindahkan norma-norma yang berlaku dengan tidak melakukan pelanggaran syariat Islam. “Tidak melakukan permainan judi serta dapat menghentikan sementara segala hiburan, paling kurang 20 menit, sebelum azan dikumandangkan,” katanya.

Empat kabupaten yang mengikuti ajang tersebut, Bener Meriah yang melibatkan sebanyak 109 kuda, Gayo Lues dengan 66 kuda, Aceh Tenggara delapan kuda, dan Aceh Tengah selaku tuan rumah dengan sebanyak 188 kuda pacu. Ajang pacuan dijadwalkan akan berlangsung selama sepekan, mulai 24 Februari dan berakhir pada 1 Maret 2020. (Ant)

Lihat juga...