Panen Kedelai Edamame di DCML, Hasilkan Puluhan Juta

Editor: Makmun Hidayat

YOGYAKARTA — Sejumlah petani di Desa Cerdas Mandiri Lestari Trirenggo Bantul mengaku mendapatkan banyak keuntungan dengan adanya lahan percontohan/demplot penanaman kedelai edamame yang digagas KUD Gemah Ripah Trirenggo sebagai koperasi binaan Yayasan Damandiri sejak beberapa waktu terakhir. 

Sebanyak 5 petani di Desa Cerdas Mandiri Lestari Trirenggo dilibatkan untuk menanam kedelai asal Jepang itu di lahan seluas 1 hektare. Tak seperti kedelai pada umumnya, komoditas kedelai edamame memiliki banyak kelebihan. Disamping masa panen yang lebih singkat, perawatan kedelai ini tergolong mudah. Sementara nilai jualnya juga lumayan tinggi mencapai Rp7-8 ribu per kilogramnya.

Salah seorang petani, yang juga sekaligus Ketua Gapoktan Trirenggo, Ambyah, saat memanen kedelai Edamame, Jumat (14/2/2020). -Foto: Jatmika H Kusmargana

Salah seorang petani, yang juga sekaligus ketua Gapoktan Trirenggo, Ambyah mengaku menanam kedelai edamame untuk memberikan contoh pada petani lainnya di wilayah desa Trirenggo Bantul. Ia mengaku menanam kedelai Jepang, edamame di lahan seluas 6500 meter persegi. Dalam kurun 63 hari sejak masa tanam, kedelai edamame itu telah panen.

“Sistem penanamannya cukup mudah. Yakni dengan menggunakan sistem bedengan. Saya sendiri memakai mulsa di tiap bedengan untuk mencegah gulma muncul. Saat tanaman mulai berusia 15 hari, saya beri pupuk cair dengan sistem kocor. Agar pertumbuhan semakin baik saya sambung dengan pupuk daun dengan sistem semprot. Pemupukan ini dilakukan 3 kali hingg masa panen,” bebernya, Jumat (14/02/2020).

Untuk kondisi tanah sendiri, Ambyah menyebut bedengan harus selalu basah. Namun tidak sampai tergenang. Sehingga aliran irigasi harus dijaga sedemikian rupa agar sesuai dengan kondisi tersebut. Sementara itu untuk hama, paling banyak adalah hama berupa kutu dan ngengat. Kutu biasa menyerang hingga mengakibatkan daun berwarna hitam. Sedangkan ngengat menyerang daun hingga berlubang.

“Untuk mengatasi hama ini rutin kita semprot. Saya sendiri melakukan penyemprotan pestisida bersamaan dengan pemberian pupuk daun cair. Sebanyak 3 kali hingga masa panen. Hasilnya bagus. Meski daun nampak bolong-bolong namun tidak sampai memengaruhi pertumbuhan kedelai,” ujarnya.

Dari lahan seluas 6500 meter persegi, Ambyah mengaku bisa memanen sekitar 1 kilogram kedelai edamame per meternya, atau dengan estimasi minimal sebanyak 6 ton secara keseluruhan. Dengan harga jual 7000-8000 per kilogramnya, ia pun mengaku bisa mendapatkan pemasukan mencapai Rp42 juta.

“Untuk kedelai edamame ini memang modal awalnya cukup besar. Namun keuntungannya juga lumayan. Bisa mencapai dua kali lipat dari modal awal dalam kurun waktu sekitar 2 bulan saja,” ungkapnya.

Lihat juga...