Pasar Senja Wuring di Sikka Tidak Jadi Ditutup

Editor: Makmun Hidayat

MAUMERE — Pasar Senja Wuring di Kelurahan Wolomarang sesuai surat Kepala Dinas Perdagangan dan Koperasi UKM Kabupaten Sikka Nomor PKUKM.510/40/II/2020 yang ditujukan kepada para pengguna pasar menyebutkan terhitung sejak tanggal 2 Maret 2020 akan ditutup, akhirnya dinyatakan tetap beroperasi.

Bupati Sikka, Fransiskus Roberto Diogo, saat mengunjungi Pasar Senja Wuring Jumat (21/2/2020) malam menyatakan  Pasar Wuring tetap dibuka dan beroperasi sebagaimana biasanya karena sebagai tempat pertumbuhan ekonomi baru.

“Bupati katakan Pasar Wuring tetap dibuka karena sebagai tempat pertumbuhan ekonomi baru di Kabupaten Sikka,” kata Kepala Bagian Humas dan Protokol Setda Sikka, Very Awales, Senin (24/2/2020).

Kepala Bagian Humas dan Protokol Setda Sikka, Very Awales saat ditanyai, Senin (24/2/2020). -Foto: Ebed de Rosary

Bupati Sikka, kata Very, mengatakan Pasar Senja Wuring tetap beroperasi sebagaimana biasanya dan perlu ditata secara baik dengan mempertimbangkan aspek kebersihan,  kerapian dan keamanan serta kenyamanan bagi para pengguna jasa atau pengunjung pasar.

Bupati Sikka sebutnya, berharap tidak asa lagi pro dan kontra soal Pasar Senja Wuring sebab pemerintah menginginkan pertumbuhan ekonomi baru di Wuring dan perlu didukung.

“Bupati juga meminta agar pengelola Pasar Senja Wuring harus memberi kenyamanan bagi para pemanfaat. Ia juga mengharapkan semoga pasar ini mampu mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Sikka,” tuturnya.

Selain itu, tambah Very, bupati juga menjelaskan terhadap pengelolaan pasar, Pemerintah Kabupaten Sikka perlu mengatur secara bijak dengan regulasi, entah peraturan bupati (Perbup) atau peraturan daerah (Perda).

Hal ini dilakukan, kata dia, agar tidak menimbulkan persaingan yang tidak sehat dan menimbulkan kecemburuan bagi para pengguna pasar serta tidak boleh ada konflik internal dalam penggunaan pasar.

“Bupati minta agar tidak boleh ada konflik intrenal dalam penggunaan pasar dan semua harus berjalan lancar dan aman,” ungkapnya.

Terkait Pasar Alok, sambung Very, bupati meminta agar para pengelola Pasar Alok harus ciptakan kegiatan pasar yang menarik perhatian seperti panggung hiburan pasar malam.

Sementara itu anggota DPRD Sikka dari Fraksi PAN, Filario Charles Betrandi saat ditanyai Cendana News menegaskan agar Pasar Wuring harus tetap ada, hanya pemerintah perlu hadir untuk membenahi Pasar Wuring.

Pemerintah, kata Charles, harus membangun sarana dan pra sarananya terlebih dahulu baru berbicara mengenai retribusi dan jangan berbicara terkait retribusi terlebih dahulu sebelum sebab pasar ini dibangun oleh masyarakat.

“Pasar ini dibangun oleh masyarakat dari dana PNPM dan sampai hari ini pasar ini sudah berkembang tanpa pemerintah. Harusnya pemerintah melihat tanpa pemerintah pasar ini sudah berkembang,” ujarnya

Harusnya sebelum pemerintah ingin campur tangan, tegas Charles, mengapresiasi perkembangan pasar ini dan lakukan pembenahan, baru menarik retribusi sesuai dengan aturan yang ada.

Dirinya berpesan agar pemerintah jangan beralasan menutup Pasar Senja Wuring karena alasanya tidak ada kontribusi untuk daerah seperti yang disampaikan kepala Dinas Perdagangan dan Koperasi UKM.

“Agar ada kontribusi, maka apa yang harus pemerintah lakukan, itu yang harus dilakukan bukan serta merta menutup karena kasihan masyarakat. benahi saja pasar itu yang harus dilakukan,” tegasnya.

Lihat juga...