PAUD Karya Ilahi Kesulitan Bayar Gaji Guru

Editor: Makmun Hidayat

MAUMERE — Selama 11 tahun berdiri dan berkarya melayani anak berkebutuhan khusus di kota Maumere Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT), Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Karya Ilahi di Kelurahan Waioti baru mendapatkan bantuan dana  tidak seberapa.

Dana tersebut pun tidak untuk membayar gaji 8 orang guru beserta seorang tenaga tata usaha dan seorang petugas kebersihan sehingga praktis sekolah ini hanya mengandalkan sumbangan orangtua dan donatur.

“Dua tahun terakhir ini ada bantuan dari dana APBN untuk dana di luar gaji. Itu pun tidak rutin sehingga untuk membayar gaji guru dan staf kami mengandalkan uang dari orangtua murid yang mampu,” tutur Ursula Maria pendiri PAUD Karya Ilahi di kota Maumere, Kamis (13/2/2020).

Ursula Maria pendiri PAUD Karya Ilahi di Maumere, yang melayani anak berkebutuhan khusus saat ditemui di sekolahnya, Kamis (13/2/2020). -Foto: Ebed de Rosary

Sudah banyak lulusan dari sekolah ini, kata Ursula, yang bisa melanjutkan pendidikan ke sekolah umum bahkan tahun 2020 pihaknya sedang menyiapkan 4 orang anak untuk bersekolah di sekolah umum.

Dari 4 orang anak tersebut terangnya, satu anak melanjutkan ke jenjang Sekolah Dasar (SD) sementara 3 orang anak lainnya melanjutkan ke Taman Kanak Kanak umum sehingga pihaknya merasa bersyukur.

“Sejauh ini perkembangan anak-anak bagus sehinggga orangtua merasa puas.Sebelum bersekolah di sekolah umum, kami mengundang psikolog dari Universitas Nusa Nipa (Unipa) Maumere mengecek terlebih dahulu baru boleh disekolahkan ke sekolah umum,” ucapnya.

Ursula mengaku terkendala dalam memberikan gaji bagi 8 orang guru sehingga pihaknya pernah menyurati Dinas Pendidikan, Kebudayaan dan Olahraga (PKO) Kabupaten Sikka agar bisa mendapatkan bantuan dana.

Namun bantuan tersebut pun belum diberikan sehingga mau tidak mau kata dia, pihak sekolah harus mencari cara untuk mendapatkan dana membayar gaji guru termasuk menjual makanan dan kue ke orangtua apabila ada kebutuhan dana.

“Terkadang ada rasa frustasi dan ingin menutup sekolah tetapi saya kasihan dengan anak-anak ini. Bahkan pernah beberapa waktu lalu saat kami sedang rehab ruang kelas ada perusahaan mau kontrak tempat kami dengan biaya besar namun saya menolak,” tuturnya.

Selain soal dana, tambah Ursula, selama mendirikan sekolah sebagai pengelola pihaknya kesulitan menemukan guru atau pendamping yang punya hati untuk mendidik anak-anak sehingga membuat banyak pendamping yang tidak sanggup dan berhenti.

Ursula juga mengatakan, untuk membeli meja dan kursi untuk belajar mengajar, pihaknya mendapatkan bantuan dari pihak donatur yang merupakan seorang pemilik toko di kota Maumere.

Pihak sekolah, kata dia, sudah mengusulkan kepada Pemerintah Kabupaten Sikka sejak tahun 2016 namun sampai sekarang bantuan belum diterima dan pihak Kelurahan Waioti menyampaikan bantuan meubeler akan diterima tahun 2020 ini.

“Saya mengatakan untuk bantuan meubeler meja dan kursi kami sudah memiliki karena dapat bantuan dari donatur. Saya meminta kalau bisa dberikan bantuan lain namun katanya tidak bisa. Tetapi bantuan juga belum kami terima,” ungkapnya.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (PKO) Kabupaten Sikka, Manyela da Cunha, saat ditanyai Cendana News mengaku ada bantuan untuk operasional sekolah tersebut.

Yel sapaannya membenarkan bantuan tersebut memang baru diberikan 2 tahun dan dirinya mengatakan syukur sekolah tersebut mendapatkan bantuan dan sebab tidak semua sekolah mendapat bantuan dana.

“Syukur sudah diberikan bantuan dan kami juga sedang menunggu mereka membuatkan pertanggungjawabannya. Penggunaan dana sesuai dengan Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah (RKAS),” sebutnya.

Sementara itu Ketua Komisi III DPRD Sikka yang membidangi pendidikan, Afridus Aeng, membenarkan ada bantuan dana operasional bagi PAUD namun tidak semua sekolah mendapatkan bantuan dana.

Afridus mengaku bantuan dana yang diberikan juga jumlahnya tidak besar dan dirinya akan memperhatikan dan mempertimbangkan usulan dari sekolah tersebut soal bantuan dana untuk membiayai gaji tutor.

Lihat juga...