Pecundangi Brescia 2-0, Juve Jauhkan Diri Dari Kejaran Inter

Penyerang Juventus, Paulo Dybala, merayakan gol yang dicetaknya ke gawang Brescia dalam pertandingan Lioga Italia yang dimainkan di Stadion Juventus, Turin, Minggu (16/2/20202) – Foto Ant

JAKARTA – Juventus menjauhkan diri secara sementara dari kejaran pesaing terdekatnya, Inter Milan, berkat kemenangan 2-0 atas tamunya Brescia, Minggu (16/2/2020). Laga kedua tim berlangsung di Stadion Juventus, Turin.

Berkat kemenangan itu, La Vecchia Signora saat ini memuncaki klasemen dengan koleksi 57 poin. Tetapi Inter berpeluang kembali menempel sang rival abadi, seandainya mereka mampu meraih tiga poin, ketika bertandang ke markas Lazio pada Senin (17/2/2020).

Cobaan telah menghinggapi Brescia saat laga baru berlangsung sembilan menit. Kiper mereka, Enrico Alfonso, mengalami cedera saat bertubrukan dengan Gonzaloi Higuain, sehingga harus digantikan kiper ketiga, Lorenzo Antenacci. Brescia sempat memberi perlawanan melalui sundulan Birkir Bjarnason, namun mereka harus tampil dengan sepuluh pemain pada menit ke-37, akibat kartu merah yang diterima Florian Aye.

Dari tendangan bebas yang didapat akibat pelanggaran tersebut, Paulo Dybala melepaskan sepakan melengkung ke sudut gawang untuk memecahkan kebuntuan Juve pada menit ke-39. Setelah turun minum, kendali permainan tetap berada di tangan Juve. Sepakan Gonzalo Higuain gagal dihalau kiper Antenacci, namun bola masih dapat disapu sebelum melintasi garis gawang oleh Stefano Sabelli.

Masalah kemudian ganti menimpa Juve, saat Miralem Pjanic harus ditarik keluar lapangan akibat cedera. Pengganti Pjanic, Blaise Matuidi, berkontribusi pada gol kedua Juve, yang terukir pada menit ke-75. Pemain Prancis itu bekerja sama dengan Juan Cuadrado yang berujung pada gol yang dibukukan sang pemain Kolombia.

Bek tengah Juventus yang telah absen lama akibat cedera, Giorgio Chiellini, dimasukkan pelatih Maurizio Sarri untuk menggantikan Leonardo Bonucci. Itu merupakan penampilan pertama sang pemain, setelah lima bulan lalu menjalani operasi pada ligamen ikat lututnya. Keunggulan dua gol tuan rumah pun bertahan sampai peluit panjang berbunyi.

Sementara itu, Fiorentina mengakhiri rentetan dua kekalahan beruntunnya dengan mempermak tuan rumah Sampdoria melalui kemenangan besar 5-1. Laga baru berlangsung delapan menit, saat gawang tuan rumah harus kemasukan akibat gol bunuh diri gelandang Morten Thorsby.

Tim tamu kemudian mendapat hadiah penalti sepuluh menit kemudian, akibat tangan Gaston Ramirez menyentuh bola di kotak terlarang. Kiper Sampdoria, Emil Audero, sebenarnya dapat membaca eksekusi penalti Dusan Vlahovic, namun bola tetap dapat bersarang di gawangnya.

Masalah Sampdoria semakin bertambah pada menit ke-39, ketika siku Nicola Murru menghantam kepala German Pezzella di kotak terlarang. Bukan saja Murru harus diusir keluar lapangan karena mendapatkan kartu kuning kedua, Il Samp juga kembali dihukum penalti. Kali ini Federico Chiesa yang menjadi algojo, dan ia sukses menunaikan tugasnya.

Sebelum turun minum usai, jumlah pemain Fiorentina juga berkurang lantaran Milan Badelj diusir keluar lapangan, setelah diganjar kartu kuning untuk kedua kalinya. Babak pertama pun ditutup dengan keunggulan tiga gol bagi tim tamu. Pada awal babak kedua, Fiorentina memiliki peluang untuk memperbesar keunggulan dari situasi serangan balik.

Tetapi upaya Chiesa masih membentur tiang gawang. La Viola kemudian benar-benar menambah keunggulan pada menit ke-57 lewat gol kedua Vlahovic. Bola kiriman Dalbert dari sisi kiri terdefleksi kaki Audero, dan Vlahovic dengan leluasa menyambar bola pantul. Chiesa menutup pesta gol Fiorentina pada menit ke-78, melalui sepakan akurat ke sudut atas gawang.

Tuan rumah baru mendapatkan gol hiburan pada menit ke-90. Umpan silang Omar Colley, dapat ditanduk dengan sempurna oleh Manolo Gabbiadini, untuk menjadi satu-satunya gol balasan Sampdoria. (Ant)

Lihat juga...