Pedagang di Gunung Kidul Keluhkan Naiknya Harga Gula Pasir

Ilustrasi gula pasir-Foto: Dokumentasi CDN.

YOGYAKARTA – Harga gula pasir di tingkat pedagang di Pasar Argosari, Kabupaten Gunung Kidul, mengalami kenaikan berkisar Rp2.500 per kilogram dari Rp12.000 menjadi Rp14.500 per kilogram sejak tiga hari terakhir.

Seorang pedagang di Pasar Argosari, Turgiyanti, mengatakan harga gula pasir mengalami kenaikan dari Rp665.000 per 50 kilogram, menjadi Rp675.000 per karung 50 kg. Harga eceran di tingkat pedagang naik dari Rp12.000 menjadi Rp14.500 per kilogram.

“Harga gula pasir merangkak dari Rp12.000 naik Rp12.500 naik lagi Rp13.000 dan kemudian Rp14.500. Saya sampai kesulitan untuk menentukan harga eceran, karena harga satu sak berat 50 kilogram berubah,” katanya, Minggu (16/2/2020).

Ia mengatakan, kenaikan harga gula pasir berpengaruh pada daya beli masyarakat. Hal tersebut ditambah sepinya sejumlah warung makan yang terdampak isu antraks.

Disinggung mengenai penyebab kenaikan harga gula, ia tidak mengetahui secara pasti. Bahkan, jawaban itu juga tidak dapat diperoleh ketika dia bertanya pada sales penyetor gula.

Ia mengaku mengalami penurunan pendapatan, lantaran kenaikan harga gula itu. Terlebih saat ini pedagang kuliner seperti baso dan mi ayam juga mengalami penurunan penjualan.

“Kalau sepi ini pasti banyak pedagang baso, bakmi, mi ayam yang merasa sepi, terus pengaruh banget dengan jualanku,” kata dia.

Seorang pengusaha warung makan di Kecamatan Wonosari, Martinah, mengaku kaget harga gula pasir tembus Rp14.500 per kilogram. Biasanya dirinya setiap hari mampu menghabiskan gula tiga kilogram untuk membuat minum teh dan lainnya.

“Saya belum menaikkan harga minuman teh. Semoga harga gula pasir kembali turun,” harapnya. (Ant)

Lihat juga...