Pemberantasan Penyakit Masyarakat jadi Prioritas Polresta Banyumas

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

PURWOKERTO – Banyaknya masukan tentang pratik perjudian yang merebak di wilayah Kabupaten Banyumas, disikapi jajaran Polresta Banyumas dengan menjadikan pemberantasan penyakit masyarakat, baik judi ataupun miras menjadi prioritas utama.

Seluruh polsek diminta untuk melakukan ungkap judi dan penyakit masyarakat lainnya.

“Sebanyak 27 polsek yang ada di wilayah Polresta Banyumas, saya instruksikan untuk berantas praktik judi di wilayahnya,” tegas Kapolresta Banyumas, Kombes Pol Whisnu Caraka, Sabtu (22/2/2020).

Kapolresta Banyumas, Kombes Pol Whisnu Caraka, Sabtu (22/2/2020) di Purwokerto. Foto: Hermiana E. Effendi

Menurutnya, maraknya perjudian ini dipicu berbagai faktor, termasuk faktor ekonomi. Dimana masyarakat dari kalangan ekonomi menengah ke bawah, biasanya menempuh jalan pintas untuk mendapatkan uang lebih, yaitu judi. Padahal tidak ada orang yang menjadi kaya karena judi.

“Motivasi orang bermain judi, dominan karena dorongan kebutuhan ekonomi. Ada juga yang memang hobi, tetapi persentasenya lebih sedikit. Sehingga untuk pemberantasan judi diperlukan campur tangan semua pihak, termasuk upaya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” terangnya.

Kapolresta menyatakan, Satgas Pemberantasan Judi yang dibentuknya juga terus berupaya untuk mengungkap praktik perjudian. “Tidak ada target waktu, tetapi target kita adalah Satgas Pemberantasan Judi bekerja dengan maksimal,” kata Kapolresta.

Sementara itu, komitmen Polresta Banyumas dalam pemberantasan judi dibuktikan dengan penangkapan dua pelaku judi dalam satu malam. Yaitu SHR, warga desa Kedungmalang Kecamatan Sumbang yang diamankan saat berada di pangkalan ojek terminal Bulupitu Purwokerto dan DY, warga Desa Danasri Lor, Kecamatan Nusawungu, Kabupaten Cilacap yang ditangkap di angkringan Pasar Sigaluh Kecamatan Kemranjen.

Kasat Reskrim Polresta Banyumas, AKP Berry, mengatakan, barang bukti yang diamankan tidak banyak, hanya handphone dan uang senilai ratusan ribu. Namun, hal tersebut menunjukan bahwa pemberantasan judi dilakukan secara serius oleh Polresta Banyumas.

“Kedua tersangka kami amankan kemarin malam dari dua lokasi berbeda. Dari tangan tersangka kita juga menemukan sobekan kertas togel yang bertuliskan angka-angka,” jelasnya.

Penangkapan dua pelaku judi togel ini, dilakukan Sat Reskrim Polresta Banyumas berdasarkan informasi dari masyarakat yang menyebut ada praktik perjudian di sekitar kawasan Terminal Bulupitu Purwokerto dan di Kemranjen.

Kedua tersangka saat ini diamankan di Polresta Banyumas yang dijerat dengan pasal 303 Ayat (1) Ke – 2e KUHP Jo Pasal 2 Ayat (1) UU RI No.7 tahun 1974 tentang penertiban perjudian.

Lihat juga...