Pemimpin Adat Berperan Penting Lestarikan Pegunungan Cyclops

MAKASSAR  – Peneliti dari Balai Arkeologi Papua, Hari Suroto, menyebutkan, ondofolo atau pemimpin adat tertinggi sangat berperan penting untuk mengingatkan warganya tidak merusak Pegunungan Cyclops dan perlu upaya melestarikannya.

“Setahun yang lalu, banjir dan tanah longsor melanda Sentani, Jayapura, akibat dari rusaknya cagar alam Cyclops atau Dobonsolo,” kata Hari Suroto ketika dikonfirmasi dari Makassar, Sabtu.

Rusaknya lingkungan ini karena ulah manusia yang merusak Pengunungan Cyclops, penebangan liar atau membuka lahan untuk berkebun.

Pegunungan Cyclops disebut sebagai Pegunungan Dobonsolo atau Pegunungan Robhong Holo, adalah jajaran pegunungan di Jayapura yang mempunyai panjang mencapai 36 kilometer dan membentang dari barat ke timur.

Pegunungan Cyclop memiliki beberapa puncak tertinggi, yakni Gunung Dafonsoro (1.580 mdpl), Gunung Butefon (1.450 mdpl), Gunung Robhong (1.970 mdpl), Gunung Helufoi (1.960 mdpl), Gunung Rafeni (1.700 mdpl), dan Gunung Adumama (1.560 mdpl).

“Kearifan lokal berkaitan dengan kepercayaan masyarakat Sentani perlu digali dan dilestarikan bahwa di Cyclops merupakan dunia dewa,” ujarnya.

Berkaitan dengan hal pelestarian Cyclops, kata dia, ondofolo sangat berperan penting untuk mengingatkan warganya agar tidak merusak Cyclops yang berakibat dewa yang tinggal di Cyclops marah.

Cyclops dipercaya sebagai rumah Dewi Pemberi Kehidupan yaitu Hokaimiyae atau ibu pertiwi. Selain itu Cyclops juga dijaga oleh empat dewa lainnya yang menyebar ke empat arah mata angin, yaitu timur (nu), barat (wai), selatan (ebun), dan utara (dobon).

“Tiga dewa yang disebut pertama adalah dewa yang mendatangkan petaka, yaitu penderitaan, kesengsaraan, dan berbagai macam penyakit termasuk banjir dan tanah longsor. Dewa Dobon dianggap sebagai dewa yang mendatangkan kemakmuran,” katanya.

Dalam budayanya, tambah dia, masyarakat Sentani percaya bahwa ondofolo atau pemimpin adat tertinggi adalah representasi dewa di bumi. Mereka percaya bahwa dari mulut ondofolo hanya ada dua kata, yaitu berkat (onomi) dan kutuk (pelo). (Ant)

Lihat juga...