Pemkab Halmahera Tengah Optimalkan Pengembangan Infrastruktur Wisata

TERNATE  – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Halmahera Tengah (Halteng), Maluku Utara (Malut), mengembangkan sektor pariwisata dengan membangun berbagai infrastruktur di objek wisata Talaga Nusliko dan Gua Boki Manuru.

“Saat ini, kami fokus membenahi sektor pariwisata Halteng, dalam dua tahun berturut-turut telah dikucurkan anggaran mencapai Rp60 miliar, khususnya untuk pengembangan objek wisata Talaga Nusliko dan Gua Boki Maruru,” kata Bupati Halmahera Tengah, Edi Langkara, di Halteng, Minggu.

Dia mengatakan, pihaknya berupaya menggandeng investor. Karena sampai saat ini masih ada keraguan dari pihak ketiga maka pemkab memulai dengan menyiapkan anggaran puluhan miliar rupiah dalam pengembangan sektor pariwisata.

Menurut dia, Pemkab Halteng sendiri memulai dengan cara menyediakan berbagai sarana infrastruktur di kawasan objek wisata andalan itu dan melobi berbagai investor pariwisata agar dapat mengembangkan dua objek wisata terkenal di Pulau Halmahera tersebut.

Bahkan, dalam mendukung pengembangan sektor pariwisata Kabupaten Halteng, saat ini, ada pengembangan sejumlah jalan dan jembatan dengan dana Rp100 miliar di kawasan industri di Kabupaten Halteng, dituntaskan pada tahun 2021 dengan panjang 30 km lebih.

Sementara itu, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Malut, untuk tahun 2020 juga membenahi pembangunan infrastruktur, baik di bidang energi dan pariwisata sebagai salah upaya meningkatkan pengembangan sektor pariwisata daerah, termasuk di Kabupaten Halteng.

Kepala Dinas PUPR Malut, Santrani Abusama, dihubungi sebelumnya menyatakan, tahun 2020 dilakukan pekerjaan dan pembangunan. Pada beberapa tahun mendatang sudah tidak lagi secara bertahap, tetapi diselesaikan dalam satu tahun anggaran, terutama untuk pembangunan infrastruktur di berbagai kabupaten/kota untuk pengembangan sektor pariwisata.

Sebab, kata Santrani, pekerjaan yang  dilakukan harus diselesaikan semua agar tidak ada lagi pekerjaan tahapan Dinas PUPR.

“Saya mencontohkan, kalau pekerjaan dengan anggaran sebesar Rp10 miliar,  dilakukan yakni satu tahun anggaran ada manfaatnya, sehingga tidak ada istilahnya pekerjaan yang tercicil atau ditunda,” katanya.

Dia menjelaskan jalan yang  dibangun dengan panjang jalan di Maluku Utara 1.300 kilometer dan kurang lebih 630 kilometer yang sudah dibangun, bisa dikatakan bagus, tinggal sekitar 600 kilometer yang belum dibangun.

Bahkan, sejumlah kabupaten seperti di Halmahera Barat dan Halmahera Utara yang pekerjaannya belum tuntas harus diselesaikan, agar ada manfaat. (Ant)

Lihat juga...