Pemkot Malang Terus Perkuat Destinasi Wisata Halal

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

MALANG – Destinasi wisata halal unggulan terus digaungkan Pemerintah Kota (Pemkot) Malang. Hingga saat ini, tercatat sebanyak 70 pusat oleh-oleh dan katering, serta satu hotel dan tiga rumah potong ayam di kota Malang telah mengantongi sertifikat halal.

Kepala Dinas Pariwisata kota Malang, Ida Ayu Made Wahyuni, menjelaskan sejak tahun 2016, kota Malang telah menandatangani kesepakatan bersama antara kementerian pariwisata dan forum rektor untuk mendukung pengembangan wisata halal.

Kemudian pada bulan April 2019 pemerintah pusat melalui kementerian pariwisata juga telah mengesahkan kota Malang sebagai destinasi wisata unggulan pariwisata halal bersama 16 daerah lainnya di Indonesia.

“Oleh karena itu pada hari ini kita laksanakan sosialisasi wisata halal sebagai bentuk implementasi penguatan yang telah ditetapkan melalui disain, strategis, rencana aksi pengembangan wisata halal tahun 2019-2024,” jelasnya usai menghadiri workshop penguatan wisata halal, di salah satu hotel di kota Malang, Selasa (11/2/2020).

Output dari kegiatan ini nantinya diharapkan bisa tercipta pariwisata halal yang sesuai dengan standar penilaian Indonesia Muslim Travel Index (IMTI) dan Global Muslim Travel Index (GMTI).

Menurut Ida, hingga saat ini 70 pusat oleh-oleh dan katering serta tiga rumah potong ayam yang telah mengantongi sertifikat halal. Kemudian untuk hotel baru satu hotel yang telah mendapatkan sertifikat halal yaitu hotel Swis Belin.

Masih ada 20 pengajuan sertifikat halal lagi yang masih belum bisa dikeluarkan karena masih ada kekurangan dalam kelengkapannya. Mereka diantaranya adalah hotel Regent, hotel Atria, Ijen Suit, hotel Sahid Montana 1, Sahid Montana 2, hotel Aria Gajayana, hotel Savana, hotel 101, Batavia Resto, Rawon Nguling, UB Kopi, UB Guest House.

“Sementara yang 20 ini masih mendapatkan memo, belum berupa sertifikat. Jadi masih perlu dilengkapi lagi persyaratannya sehingga nanti bisa ditingkatkan untuk mendapatkan sertifikat,” terangnya.

Dikatakan Ida, pihaknya juga terus mendorong pasar-pasar yang ada di kota Malang untuk memiliki sertifikat halal. Termasuk terminal halal, rumah sakit dan puskesmas halal yang hingga saat ini belum mendapatkan sertifikat.

“Jadi upaya-upaya tersebut terus bersama-sama kami koordinasikan dengan dinas lainnya sehingga Malang sebagai kota destinasi wisata unggulan bisa terwujud,” tuturnya.

Walikota Malang, Sutiaji dan Kepala Dinas Pariwisata kota Malang, Ida Ayu Made Wahyuni, menjelaskan terkait penguatan wisata halal di salah satu hotel di kota Malang, Selasa (11/2/2020). Foto: Agus Nurchaliq

Lebih lanjut, Walikota Malang, Sutiaji yang turut hadir dalam acara tersebut mengatakan, perlu adanya penyederhanaan tahapan dan persyaratan dalam mendapatkan sertifikat halal.

“Saya minta, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) provinsi maupun MUI, agar tidak ada persyaratan yang berbelit, sehingga UMKM, resto, katering diberikan kemudahan untuk kepengurusan sertifikat halal,” pintanya.

Lihat juga...