Penuhi Kebutuhan Pakan, Peternak Diimbau Tanami Lahan

Editor: Makmun Hidayat

LAMPUNG — Memasuki masa tanam jagung, padi di wilayah Lampung Selatan (Lamsel) berimbas lahan penggembalaan berkurang. Menyiasati kondisi tersebut peternak diimbau memanfaatkan lahan yang ada untuk menyediakan pakan.

Drh. M. Arsyad, Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan menyebut pekarangan, kebun bisa dijadikan tempat menanam rumput pakan.

Pakan hijauan bagi ternak menurutnya bisa ditanam pada lahan pekarangan sebagai pagar. Selain itu sejumlah tanaman sayuran yang bisa dimanfaatkan daunnya untuk pakan ternak memiliki manfaat ganda. Sebagian sayuran yang bisa dimanfaatkan untuk sumber asupan gizi keluarga dimanfaatkan untuk tambahan pakan ternak.

Drh. M. Arsyad, Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Lampung Selatan saat ditemui Cendana News di Desa Kemukus Kecamatan Ketapang Lampung Selatan, Kamis (27/2/2020). -Foto: Henk Widi

Jenis tanaman yang bisa dimanfaatkan menurut Arsyad berupa jagung manis, sorgum, kacang panjang, kedelai. Jenis tanaman tersebut bisa dimanfaatkan untuk pakan ternak pada bagian batang, daun. Sementara bagian buah bisa dimanfaatkan sebagai sumber pakan hijauan untuk ternak. Tumpangsari dengan tanaman kayu juga bisa dilakukan untuk mendapatkan pakan hijauan ternak.

“Petani sekaligus peternak bisa berkreasi pada lahan pertanian yang dimiliki agar bisa mendapatkan sumber asupan pakan bagi pemenuhan gizi sekaligus mendapatkan sumber pakan ternak,” terang Drh. M. Arsyad saat dikonfirmasi Cendana News, Kamis (27/2/2020).

Pemanfaatan pekarangan sebagai sumber pangan keluarga sekaligus bisa menjadi sumber pakan ternak. Sebab selama masa tanam sebagian ternak tidak bisa digembalakan. Pilihan mengandangkan ternak diiringi dengan penyiapan pakan hijauan bisa disediakan dengan menanam. Jenis tanaman pakan yang kerap dipilih meliputi rumput gajahan atau kolonjono.

Rumput kolonjono menurutnya memiliki multi manfaat. Sebab saat musim penghujan tanaman tersebut bisa menahan longsor, erosi tanah. Selain itu tanaman tersebut bisa ditanam secara tumpangsari dengan tanaman lain dan mudah diremajakan. Penanaman sayuran diselingi dengan kolonjono menurutnya menguntungkan bagi peternak selama musim penghujan.

“Peternak bisa menjadikan sumber pakan investasi agar tidak perlu mencari pakan ke lokasi yang jauh,” bebernya.

Suripto, peternak sapi di Desa Bangunrejo Kecamatan Ketapang Lampung Selatan melakukan pemangkasan rumpun kolonjono yang ditanam memanfaatkan pekarangan, Kamis (27/2/2020). -Foto: Henk Widi

Suripto, petani sekaligus peternak di Desa Bangunrejo, Kecamatan Ketapang mengaku menanam kolonjono. Sumber pakan hijauan untuk lima ekor ternak sapi miliknya memiliki usia panen sekitar satu bulan. Sistem penanaman terjadwal membuat ia bisa memanen kolonjono setiap dua pekan. Sebab ia masih bisa mendapatkan sumber pakan hijauan dari lahan tanaman jagung.

“Pakan cadangan dari rumput kolonjono menjadi solusi mengatasi kebutuhan pakan ternak yang saya kandangkan,” beber Suripto.

Lahan penggembalaan yang digunakan menanam padi,jagung sementara belum bisa digunakan. Sebagian peternak bahkan memilih tepi jalan tol Sumatera untuk menggembalakan ternak. Suripto yang memiliki lahan dengan tanaman jati putih melakukan penanaman kolonjono dengan tumpangsari. Usai penebangan rumpun ia akan melakukan penanaman bibit baru dengan batang yang bertunas.

Selain kolonjono petani sekaligus peternak menanam jagung manis. Sumardiono, peternak sapi limousin mengaku menanam jagung hibrida dan jagung manis. Jagung manis yang bisa dipanen pada usia dua bulan lebih dimanfaatkan sebagai pakan ternak. Penyuluhan dari Dinas Peternakan menurutnya mendorong ia dan peternak menyediakan pakan secara swadaya.

Penyediaan pakan swadaya menjadi cara peternak bisa menghemat waktu, tenaga. Sebab selama ini peternak kerap mencari sumber pakan hingga keluar desa. Penyiapan sumber pakan batang jagung manis selain mudah ditanam juga menghasilkan. Buah jagung manis yang bisa dikonsumsi menjadi tambahan penghasilan dan batang,daun sebagai pakan ternak.

Lihat juga...