Penumpang Kapal Pesiar Sandar di Maumere, Bebas Virus Corona

Editor: Koko Triarko

MAUMERE –  Kapal pesiar Coral Adventurer asal Australia membawa 55 wisatawan asing, berlabuh di perairan depan pelabuhan Laurens Say Maumere, menunggu pemeriksaan kesehatan dari tim medis dari kantor Kesehatan Pelabuhan Laurens Say Maumere, Senin (17/2).

Sebanyak 55 wisatawan itu berasal dari Amerika Serikat sebanyak  4 orang, Swiss 1 orang, Selandia Baru 3 orang, Inggris 2 orang dan Autralia 45 orang. Mereka berangkat dari Singapura dan menyinggahi beberapa wilayaah di Indonesia.

Niko, tour agent Signature Papua yang membawa wisatawan berkunjung ke Maumere saat ditemui di pelabuhan Laurens Say, Maumere, kabupaten Sikka, NTT, Senin (17/2/2020). -Foto: Ebed de Rosary

“Kapal membawa 55 wisatawan asing dari 5 negara ini sudah tiba sejak jam 6 pagi tadi. Kapal bertolak dari Labuan Bajo Manggarai Barat menyinggahi pulai Komodo,” kata Niko, staf  agency Signature Papua saat ditemui di pelabuhan Laurens Say Maumere, kabupaten Sikka, NTT, Senin (17/2/2020).

Niko menyebutkan, kapal Coral Anventurer bertolak dari Singapura dengan rute Tanjung Kelian,Ujung Kulon,Jakarta,Tanjung Puting Kalimantan Tengah, Samarinda, Sumenep-Madura, Satonda Sumbawa, terus ke pulau Komodo dan Maumere Flores,Timor Leste dan kembali ke Singapura.

Para wisatawan berumur minimal 47 tahun sebanyak satu orang serta yang tertua berumur 93 tahun, sementara sisanya rata-rata berumur 60 tahun ke atas. Mereka hanya sehari berada di setiap wilayah yang dikunjungi.

“Mereka di Maumere hanya sekitar 6 jam untuk mengunjungi sanggar Watublapi di kecamatan Hewokloang. Selanjutnya akan berwisata ke pasar Alok, Maumere dan kembali ke kapal pesiar,” tuturnya.

Wendelinus Tessen, Koordinator Tim Pemeriksa Kantor Kesehatan Pelabuhan Laurens Say Maumere, mengatakan,tim medis terlebih dahulu melakukan pemeriksaan terhadap semua penumpang kapal, baik wisatawan maupun kru kapal.

Pemeriksaan ini, kata Wendelimus wajib dilakukan sesuai standar operasional prosedur, apalagi terhadap wisatawan asing yang datang, terutama saat merebaknya wabah virus Corona.

“Pemeriksaan bukan saja terhadap penumpang kapal pesiar saja, tetapi semua barang bawaan para penumpang juga ikut diperiksa. Ini sesuai standar prosedur operasional yang berlaku,” tuturnya.

Pemeriksaan dilakukan oleh dua orang staf medis dengan melakukan pemeriksaan suhu tubuh semua penumpang kapal dengan menggunakan alat Fermalgan, serta melakukan Survelence dan Medical Lock.

Usai pemeriksaan yang memakan waktu selama sekitar sejam, tidak ditemukan para penumpang kapal yang terjangkit virus Corona atau penyakit lainnya, sehingga kapal diperbolehkan bersandar.

“Kami pastikan semua penumpang kapal, baik wisatawan maupun kru kapal semuanya bebas dari virus Corona. Kami juga melakukan pemeriksaan semua barang penumpang baru kapal bisa bersandar,” tuturnya.

Para penumpang dan kru kapal pesiar Coral Adventure turun dari kapal dengan menggunakan masker dan wisatawan asing tersebut langsung diarahkan menaiki 4 bus yang sudah disiapkan di pelabuhan.

Dikawal mobil patroli polisi, rombongan wisatawan pun bertolak dari pelabuhan Laurens Say sekitar pukul 08.00 WITA menuju kampung tradisional Watublapi, untuk melihat proses menenun dan atraksi tarian tradisional.

Lihat juga...