Pertunjukan Barongsai Meriahkan Cap Go Meh di Teluk Betung

Editor: Makmun Hidayat

LAMPUNG — Pertunjukan barongsai di sejumlah tempat yang ada di kota Bandar Lampung masih bisa dinikmati sejak awal Imlek Sabtu (25/1/2020) hingga Minggu (9/2/2020). Yendiawan Toyip, ketua pengurus Provinsi Lampung Persatuan Olahraga Barongsai Seluruh Indonesia (POBSI) menyebut barongsai dimainkan untuk kemeriahan.

Pertunjukan barongsai terakhir pada rangkaian Tahun Baru Imlek 2571 atau 2020 Masehi dilakukan hingga perayaan Cap Go Meh. Perayaan Cap Go Meh atau hari ke-15 atau hari terakhir masa perayaan Tahun Baru Imlek dimeriahkan dengan barongsai dan penyalaan lampion. Sebelumnya barongsai dari Yayasan Suaka Insan Mandiri yang juga dikelolanya telah tampil di sejumlah tempat.

Yendiawan Toyip, ketua pengurus provinsi Persatuan Olahraga Barongsai Seluruh Indonesia Lampung dan pengurus Yayasan Suaka Insan Mandiri penampil barongsai pada perayaan Cap Go Meh, Minggu (9/2/2020). -Foto: Henk Widi

Penampilan pertama barongsai dilakukan saat perayaan Imlek di Vihara Thay Hin Bio. Sejumlah permintaan dari organisasi dan pengelola perumahan diantaranya Villa Citra 2 dan Citra Land di Bandar Lampung tetap dipenuhi. Sebagai salah satu pertunjukan seni, Yendiawan Toyip menyebut barongsai menyimbolkan kebahagiaan, kegembiraan dan kesejahteraan.

“Secara religius bagi etnis Tionghoa barongsai dipercaya bisa mengusir energi negatif pada lokasi yang akan dilalui, namun seiring perkembangan zaman barongsai menjadi sebuah seni pertunjukan sekaligus olahraga,” terang Yendiawan Toyip saat dikonfirmasi Cendana News, Minggu (9/2/2020).

Pada rangkaian Cap Go Meh di perumahan Citra Land ia menyebut pertunjukan barongsai dilakukan untuk menghibur masyarakat. Rangkaian Cap Go Meh yang diisi barongsai perfomance dan sky lantern atau lampion menjadi rangkaian perayaan Imlek. Melalui pertunjukan barongsai ia berharap pada awal shio tikus logam semua umat manusia diberi kesejahteraan.

Barongsai yang ditampilkan pada Cap Go Meh di Citra Land menurut Yendiawan Toyib terdiri dari sejumlah warna. Barongsai tersebut diantaranya putih, merah, kuning, hitam dan satu naga atau liong. Keberadaan barongsai warna warni menurutnya sekaligus menjadi perkembangan seni barongsai. Sebab tarian barongsai selain sebagai tradisi mulai digunakan untuk menghibur.

“Seni kontemporer barongsai mulai dikombinasikan dengan alunan musik modern agar generasi muda tertarik, ” beber Yendiawan Toyip.

Saat pertunjukan, barongsai menari dengan iringan tambur dan musik perkusi. Musik tradisional yang dimainkan oleh empat pemain dari Yayasan Suaka Insan Mandiri dominan dimainkan oleh anak usia SMP dan SMA.

Meneruskan kesenian barongsai pada generasi muda menurutnya menjadi bagian dari upaya melestarikan tradisi leluhur. Sebab selain sebagai pemain kesenian,otomatis mereka merupakan atlet olahraga barongsai.

Solihin, pengurus Yayasan Suaka Insan Mandiri,salah satu sanggar barongsai di Teluk Betung Bandar Lampung menampilkan barongsai pada perayaan Cap Go Meh, Minggu (9/2/2020). -Foto: Henk Widi

Solihin, pengurus Yayasan Suaka Insan Mandiri lainnya menyebut pertunjukan barongsai semula kerap hanya bernilai keagamaan. Namun seiring perkembangan zaman dan keterbukaan di Indonesia barongsai mulai dipertunjukkan secara umum. Beranggotakan sekitar 30 orang anggota perkumpulan barongsai memiliki tugas beragam.

“Ada yang menjadi pemain barongsai,liong,musik dan kru lain yang harus bersinergi untuk suksesnya penampilan,” terang Solihin.

Kesuksesan barongsai yang dipertunjukkan menurut Solihin merupakan kerja tim. Latihan selama berbulan bulan hingga bisa ditampilkan sekaligus menjadi kebanggan bersama. Terlebih barongsai yang masuk sebagai satu cabor olahraga yang diakui Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) membuat seluruh tim berperan sebagai atlet yang ikut dalam perlombaan.

Perayaan Cap Go Meh yang sejatinya telah usai pada Sabtu (8/2) kemarin disebutnya masih dimeriahkan barongsai.  Sebagai perayaan kebahagian, harapan selain barongsai di perumahan Citra Land juga diisi kegiatan pelepasan lampion.

Para penonton yang melihat barongsai disebutnya bisa membawa 2 buku tulis dan 2 pensil untuk ditukar dengan lampion. Buku dan pensil akan didonasikan ke panti asuhan. Pelepasan lampion rencananya dilakukan malam hari setelah barongsai dipertunjukkan.

Lihat juga...