Petani di Sikka Belum Terima Bantuan Benih Kacang

Editor: Makmun Hidayat

MAUMERE — Pemerintah Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT) melalui Dinas Pertanian (Distan) sampai saat ini belum mengalokasikan bantuan kepada para petani yang lahan jagungnya terkena serangan hama ulat grayak.

Meskipun para petani sebelumnya meminta agar pemerintah memberikan bantuan benih kacang hijau sejak akhir bulan Januari 2020 namun hingga saat ini benih kacang hijau maupun kacang tanah belum didistribusikan.

“Kami sudah membuat surat permohonan yang ditandatangani bupati dan dikirimkan ke Dinas Pertanian Provinsi NTT, namun hingga saat ini belum ada jawaban,” kata Kristianus Amstrong, Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Holtikultura Dinas Pertaian Kabupaten Sikka, Selasa (25/2/2020).

Kepala bidang Tanaman Pangan dan Holtikultura dinas Pertanian Kabupaten Sikka, Kristianus Amstrong saat ditemui Selasa (25/2/2020). -Foto: Ebed de Rosary

Kristianus mengatakan, seharusnya bantuan tersebut kalau sudah tersedia maka bisa langsung didistribusikan kepada petani yang terancam mengalami gagal panen jagung sejak awal bulan Februari2020.

Namun kata dia, bila hingga akhir Februari 2020 tidak dibagikan maka percuma saja karena musim hujan diprediksi akan berakhir di bulan Maret 2020 nanti dan petani biasanya menanam kacang hijau paling lama pertengahan bulan Februari.

“Petani biasanya menanam kacang hijau atau kacang tanah paling lama pertengahan bulan Februari setiap tahunnya.Biasanya penanaman dilakukan saat jagung sudah mulai berbunga,” jelasnya.

Sementara itu, Florida Nona, petani jagung di Desa Habi mengakui, lahan jagungnya yang seluas setengah hektare dipastikan mengalami gagal panen karena terserang hama ulat grayak dan panas berkepanjangan.

Florida membenarkan, petani selalu menanam kacang hijau paling lama pertengahan bulan Februari saat tanaman jagung telah mulai berbunga sebab saat tersebut curah hujan mulai berkurang.

“Tapi saat ini bila dibagikan benih kacang hijau juga kalau ditanam kami juga kuatir sebab hujan tidak menentu. Jangan-jangan setelah ditanam nasibnya sama dengan jagung yang mengalami gagal panen karena kepanasan,” tuturnya.

Sementara itu, Maria Nona Murni, Kepala Desa Habi Kecamatan Kangae menyebutkan pemerintah desa telah menganggarkan dana untuk pembagian beras kepada para petani yang lahan jagungnya mengalami gagal panen.

Maria mengaku pembagian beras akan dilakukan bila sudah diketahui hasil panennya dan saat ini pihaknya sedang melakukan pendataan jumlah petani yang terancam mengalami gagal panen.

“Pemerintah desa memang telah mengangarkan dana untuk membantu beras bagi petani jagung di Desa Habi yang mengalami gagal panen. Kami sedang melakukan pendataan agar bisa dipastikan berapa luas lahan dan jumlah petani yang perlu dibantu,” terangnya.

Lihat juga...