Petani di Sukabumi Kembangkan Bawang Merah Kualitas Super

Petani di Kecamatan Cibeureum, Kota Sukabumi, Jawa Barat memperlihatkan tanaman bawang merah berkualitas super yang siap panen – Foto Ant

SUKABUMI – Sejumlah petani di Kecamatan Cibeureum, Kota Sukabumi, Jawa Barat, mengembangkan komoditas bawang merah berkualitas super. Bawang yang dikembangkan diklaim memiliki hasil produksi di atas rata-rata daerah produksi Kabupaten Brebes, Jawa Tengah.

“Benih bawang merah yang kami tanam ini berasal dari Brebes, ternyata setelah ditanam di sini (Cibeureum) hasil produksinya sangat baik, dan di atas rata-rata produksi bawang merah di Brebes,” kata salah seorang petani, Sutiawan, di Sukabumi, Jabar, Sabtu (22/2/2020).

Awal mula aktivitas menanam bawang merah tersebut hanyalah coba-coba. Kegiatannya hanya dengan menanam benih 10 kilogram. Namun, hasil yang didapatkan cukup memuaskan mencapai 100 kuintal.

Dengan hasil tanam yang baik tersebut, petani mencoba kembali menanam hingga beberapa kali. Puncaknya, saat menanam benih  sebanyak satu ton, dengan hasil produksi mencapai 13 sampai 15 ton, bahkan pernah mencapai 18 ton setiap hektarenya. Kelebihan dari bawang merah yang ditanam di Kota Sukabumi, umbinya lebih besar dibandingkan hasil panen di Brebes. Bahkan hasil panen tersebut mendapatkan apresias petani bawang merah dari Brebes, karena hasilnya sangat baik dan minim gagal.

Selanjutnya, untuk mendapatkan hasil terbaik, petani mencoba menerapkan proses menanam secara periode ulang atau tidak sepanjang tahun. Penanaman diselingi padi. Selain itu, cara penanaman juag menggunakan metode tumpang sari dengan cabai merah.

Petani lainnya, Wahyudin mengatakan, pada awalnya dia fokus menanam cabai. Tetapi, karena jarak waktu panennya yang lama dan tidak ada kestabilan harga, akhirnya mulai beralih menanam bawang merah yang ditumpang sari dengan cabai. Selama menanam komoditas ini hampir tidak ada kendala baik terkait tanam, hama, pengairan hingga panen. “Bawang merah bisa panen hanya paling lama 50 hari, dan hasilnya memuaskan, meskipun modal awalnya besar tapi untungnya lebih besar,” tambahnya.

Di tempat yang sama, Tenaga Harian Lepas Tenaga Bantu Penyuluh Pertanian (THL TBPP) Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKP3) Kota Sukabumi, Hendra Supriatna mengatakan, menanam bawang merah merupakan hal yang bisa dikatakan aneh untuk Kota Sukabumi. Hal itu dikarenakan keterbatasan lahan dan benih.

Namun, saat melihat apa yang telah dilakukan para petani di Kecamatan Cibeureum, dinilai kegiatan tersebut berhasil. Dibandingkan dengan hasil panen di Brebes, ternyata panen bawang di Sukabumi lebih besar dan hampir 80 persen masuk dalam kualitas super. Permasalahan dari budi daya bawang merah di Sukabumi hanya pada keterbatasan lahan, yang mempengaruhi permintaan benih.

Selama ini benihnya didatangkan dari Brebes, karena permintaannya tidak begitu banyak. Dampaknya, biaya kirim menjadi mahal karena jarak yang cukup jauh. Diharapkan, komoditas tersebut bisa menjadi unggulan karena berpotensi cukup besar. “Ini merupakan potensi yang besar jika terus dikembangkan, apalagi hasil panennya sangat memuaskan tinggal yang harus diperhatikan adalah ketersediaan benih agar petani tidak perlu jauh-jauh memesannya ke Brebes,” pungkasnya. (Ant)

Lihat juga...