Polda Lampung Tanam Mangrove Cegah Kerusakan Lingkungan

Editor: Koko Triarko

LAMPUNG – Wakil Kepala Kepolisian Daerah Lampung, Brigjen Pol Sudarsono, SH., M.Hum., menyebut dalam kurun 2000-2014 tercatat Indonesia menjadi negara penyumbang kehilangan mangrove terluas di dunia. Kerusakan yang terjadi mencapai 4.364 kilometer atau sekitar 311 kilometer per tahun.

Sebagai wujud peran serta dalam upaya penghijauan kawasan pesisir, Polda Lampung melalui program Polri Peduli Penghijauan Penanaman Pohon terus dilakukan hingga level Polsek. Mangrove jenis Rhizopora yang memiliki perakaran kuat menjadi sumber penyedia pertahanan kawasan pesisir. Ribuan bibit mangrove, menurutnya telah ditanam di kawasan pesisir Lampung.

Wakapolda yang didampingi Kapolres Lamsel, AKBP Edi Purnomo, mengatakan, penanaman mangrove di pulau Rimau Balak, memiliki banyak fungsi ekologis.

Wakapolda Lampung, Brigjen Pol Sudarsono, SH., M.Hum., usai penanaman ribuan pohon mangrove di pulau Rimau Balak, Jumat (21/2/2020). -Foto: Henk Widi

Fungsi pokok meliputi memelihara proses ekologis dan melindungi sistem penyangga kehidupan. Mengawetkan keanekaragaman jenis beserta ekosistemnya. Pemanfaatan secara lestari sumber daya alam hayati laut dan ekosistemnya sekaligus sarana wisata alam.

“Konservasi mangrove menjadi tanggung jawab bersama untuk mengurangi pemanasan global dan dampak perubahan iklim, sekaligus menjaga keberlangsungan sumber daya laut,” terang Wakapolda Lampung, Brigjen Pol Sudarsono, saat penanaman mangrove, Jumat (21/2/2020).

Menurutnya, penanaman mangrove dilakukan secara simultan dan berkelanjutan. Penanaman meminimalisasi dan menghindari kerusakan, kepunahan keanekaragaman hayati alam Indonesia. Pelibatan berbagai elemen sebagai implementasi sinergi kepolisian dalam menjaga sumber daya laut juga terus dilakukan. Generasi muda yang dilibatkan dari unsur sekolah, LSM dan organisasi.

“Penanaman mangrove di lingkungan sekolah SDN 5 Sumur menjadi cara mengedukasi generasi penerus mencintai kelestarian alam bahari,” beber Wakapolda.

Penanaman mangrove di Ketapang, khususnya di kawasan pesisir dilakukan sebagai cara mengembalikan ekosistem yang rusak. Penanaman di pulau Rimau Balak menggunakan 2.000 bibit. Sebelumnya, penanaman mangrove dilakukan di pulau Mengkudu, Kecamatan Bakauheni, sebanyak 2.000 batang ditanam pada pesisir Desa Bandar Agung, Kecamatan Sragi.

Penanaman di sejumlah titik di wilayah Polda Lampung dan jajaran Polres akan terus dilakukan. Sejumlah Polres melakukan penanaman mangrove sebagai tindakan preventif dan preemtif, dalam menjaga kelestarian sumber daya alam. Selain di wilayah pesisir pantai penanaman di lahan kritis menggunakan kayu keras mencegah longsor.

Madroi, Camat Ketapang, menyebut sejumlah pantai di pesisir timur Lamsel mulai dilestarikan. Sebab, pesisir pantai Lamsel berhadapan dengan laut Jawa yang rawan abrasi. Pantai yang terkena abrasi akan dilakukan penghijauan dengan menggunakan mangrove. Sebab, wilayah Desa Sumber Nadi memiliki lahan mangrove seluas sekitar 60 hektare.

“Sejumlah pesisir pantai yang ada di Lamsel akan terus ditanami mangrove, agar mencegah abrasi,” paparnya.

Ia menyebut, penanaman mangrove oleh Polda Lampung menjadi cara mengedukasi masyarakat agar melestarikan alam. Sebab kawasan pesisir yang ditanami dengan mangrove akan menjadi penghalang tsunami, gelombang pasang dan abrasi. Mangrove yang terjaga sekaligus menjadi sumber penghasilan bagi masyarakat pesisir pantai.

Lihat juga...