Polres Lamsel Razia Mobil Angkutan ‘Overload’

Editor: Koko Triarko

LAMPUNG – Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Lampung Selatan (Lamsel) gencar melakukan tindakan pelanggar kendaraan kelebihan muatan dan ukuran.

Kasatlantas Polres Lamsel, AKP Agustinus Rinto,SE.,MH., menyebut razia sebagai bagian tindakan pelanggar kendaraan Over Dimension and Over Loading (ODOL), dilakukan untuk meningkatkan keselamatan di jalan raya.

Razia kendaraan barang yang melanggar ODOL, menurut AKP Agustinus Rinto terus digelar di sejumlah ruas jalan. Sejumlah titik yang menjadi perhatian di antaranya di pintu keluar pelabuhan Bakauheni, ruas Jalan Lintas Sumatra (Jalinsum) dan Jalan Lintas Timur (Jalintim).

Petugas pos lalu lintas yang melakukan razia disiagakan pada pos lantas Kota Dalam, Branti, Ruguk, Gayam Sidomulyo,Tarahan dan titik menuju jalan tol.

AKP Agustinus Rinto, Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Lamsel saat kegiatan operasi kendaraan ODOL di Jalinsum, Selasa (18/2/2020). -Foto: Henk Widi

Sejumlah jalur distribusi yang dilintasi kendaraan angkutan barang, menurutnya menjadi prioritas. Kegiatan penindakan pelanggar dengan penegakan hukum (Gakkum) dilakukan menggunakan blanko bukti pelanggaran (tilang).

Sasaran tilang adalah sejumlah kendaraan barang kelebihan muatan dan ukuran. Pada tahap awal, ia menyebut sebanyak 7 kendaraan ditilang dengan barang bukti 4 SIM,2 STNK dan 1 buku KIR.

“Kegiatan razia akan dilakukan rutin agar tercipta keamanan, ketertiban dan keselamatan berlalulintas di jalan raya, khususnya di wilayah hukum Polres Lamsel pada jalan nasional, dan untuk jalan tol akan dilakukan oleh tim Patroli Jalan Raya Polda Lampung,” terang AKP Agustinus Rinto, saat dikonfirmasi Cendana News, Selasa (18/2/2020).

Kegiatan razia ODOL, menurutnya sekaligus sosialisasi kesadaran pengendara tentang pentingnya keselamatan berlalulintas. Selain itu, pengendara harus memiliki kelengkapan surat-surat kendaraan maupun administrasi pribadi saat berkendara. Pemberian tilang sekaligus memberi efek jera kepada pengendara yang melanggar.

Mendampingi Kapolres Lamsel, AKBP Edi Purnoko,SH.,SIK.,MM., Kasatlantas juga menyebut kendaraan ODOL berpotensi membahayakan. Sejumlah kejadian kecelakaan lalu lintas di Jalinsum dan jalan tol dominan imbas kendaraan kelebihan ukuran dan muatan. Kecelakaan yang terjadi di antaranya imbas rem blong, pecah ban berimbas kerugian material, bahkan nyawa manusia.

“Razia kendaraan ODOL sekaligus upaya menekan angka kecelakaan lalu lintas di jalan raya,” tuturnya.

Imbauan kepada pengendara angkutan barang, terus dilakukan agar memperhitungkan muatan. Sebab, sejumlah ruas jalan yang mengalami kerusakan diakibatkan kendaraan kelebihan muatan. Sejumlah pengendara yang mendapatkan surat tilang, menurutnya akan menjalani sidang di pengadilan. Meski menjalani sidang, ia mengimbau agar tidak mengulangi membawa kendaraan ODOL.

Larangan kendaraan ODOL yang gencar dilakukan juga menyasar sejumlah kendaraan di jalan tol.

Hanung Haninditio, Kepala Cabang PT Hutama Karya (HK) selaku pengelola ruas Jalan Tol Trans Sumatra (JTTS) ruas Bakauheni-Terbanggibesar, menyebut razia kendaraan ODOL rutin digelar. Kegiatan tersebut melibatkan unit Patroli Jalan Raya (PJR) Direktorat Lalu Lintas Polda Lampung.

Pembatasan kendaraan ODOL, menurut Hanung Haninditio telah dilakukan dengan sejumlah langkah. Pengelola tol Sumatra memasang alat Weight In Motion (WIM) di gerbang tol Bakauheni Utara dan Lematang.

Meski demikian, masih ada kendaraan barang melanggar ODOL melintas. Berkoordinasi dengan PJR dan Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Wilayah VI Bengkulu-Lampung, razia pun digelar rutin.

“Sesuai aturan, kendaraan ODOL telah dilarang melintas melalui jalan tol, sehingga rutin dilakukan razia,” beber Hanung Haninditio.

Gencarnya operasi  kendaraan melanggar ODOL, menurut Hanung Haninditio juga menekan kerusakan di jalan tol. Saat operasi ODOL di Gerbang Tol Lematang yang dilakukan PJR Polda Lampung dan unsur terkait, diperoleh kendaraan golongan 1 sebanyak 1 unit, kendaraan golongan O2 sebanyak 10 unit. Selain ditilang, 11 kendaraan ODOL diarahkan putar balik dan tidak boleh masuk ke jalan tol.

Lihat juga...