Proyek Rumah Susun Kementerian PUPR di Sikka, Mangkrak

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

MAUMERE – Sebuah bangunan rumah susun berlantai tiga yang merupakan proyek pembangunan rumah yang diperuntukkan bagi masyarakat berpenghasilan rendah setinggi tiga lantai mangkrak sejak awal tahun 2019 lalu.

Pembangunan rumah susun yang berada persis di sebelah barat kantor Dinas Kesehatan Kabupaten Sikka yang dibangun Departemen Pekerjaan Umum dan Perumahan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) itu terlihat menyisakan proses finishing.

“Sejak awal tahun 2019 sudah tidak ada lagi aktivitas pekerjaan. Kami juga tidak tahu kenapa proyek ini tidak dilanjutkan sampai selesai,” kata Frans Doi, salah seorang warga kota Maumere, Kabupaten Sikka, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) yang pernah bekerja di proyek ini, Senin (10/2/2020).

Frans menyebutkan, banyak pekerja proyek ini berasal dari luar Kabupaten Sikka dan mereka tinggal di mess darurat yang dibangun di lokasi proyek selama pekerjaan proyek berlangsung sejak bulan Juni tahun 2018 lalu.

Dirinya menyebutkan, kontraktor pelaksananya berasal dari Manggarai dan dia tidak mengetahui alasan kenapa proyek tersebut tidak diselesaikan karena pekerjaannya sudah mulai memasuki tahap finishing saja.

“Paling hanya pekerjaan finishing saja karena atapnya pun sudah terpasang. Hanya jendela, pintu, lantai dan plester temboknya saja yang harus diselesaikan dengan beberapa item kegiatan lainnya,” ujarnya.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman kabupaten Sikka, Fred K. Djen, mengaku tidak mengetahui proyek tersebut tidak selesai atau mangkrak dan apa alasannya karena pengawasannya berada di level pemerintah provinsi NTT.

Fred membenarkan proyek rumah susun yang dibangun kementerian PUPR ini diperuntukkan bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) dan pembangunannya serta segala proses tendernya pun berada di provinsi serta menggunakan dana APBN.

Sementara itu, bupati Sikka, Fransiskus Roberto Diogo, meminta agar dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman kabupaten Sikka mengecek karena proyek ini berada di wilayah kabupaten Sikka.

Bupati Sikka, provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Fransiskus Roberto Diogo, saat ditemui, Senin (10/2/2020). Foto: Ebed de Rosary

Robi sapaannya bahkan meminta kepada sekretaris daerah untuk mendata berbagai proyek dari pemerintah pusat dan provinsi NTT yang masuk di kabupaten Sikka agar pihaknya bisa ikut melakukan pengawasan.

“Saya telah meminta agar dicari tahu alasan kenapa proyek ini mangkrak. Kalau tidak diselesaikan maka pemerintah kabupaten Sikka juga mengalami kerugian karena rumah susun ini akan diperuntukkan bagi warga kota Maumere,” ujarnya.

Informasi yang tertera dalam papan proyek yang berada di lokasi menerangkan bahwa proyek ini dikerjakan oleh PT Tiga Putra Sejati Mandiri yang beralamat di Ruteng, kabupaten Manggarai provinsi NTT dan dikerjakan sejak bulan Juni 2018.

Konsultan pengawas proyek yakni PT. Triparta Konsultan dengan J.O CV. Bayu Pratama yang beralamat di Yogyakarta dimana peletakan batu pertama pembangunan proyek ini berlangsung bulan Juni 2018.

Berdasarkan pantauan Cendana News di lokasi proyek, sekeliling rumah susun sudah ditanami jagung oleh warga sekitar sementara tembok bagian timur bangunan tiga lantai ini belum diplester dan tiang-tiang bambu masih menempel di tembok.

Setengah bangunan bagian depan sudah dicat dengan warna putih dan semua jendela serta pintu belum terpasang. Material sisa seperti bekas semen, pasir, batu dan tiang beton masih terdapat di lokasi proyek.

Lihat juga...