Puluhan Kendaraan Terjaring Operasi Batas Kecepatan di Tol Madiun

Petugas gabungan sedang melakukan penindakan pelanggar lalu lintas dalam operasi batas kecepatan maksimal dan minimal di ruas Tol Madiun arah Ngawi-Wilangan KM 626, Kamis (20/2/2020) – Foto Ant

MADIUN – Puluhan kendaraan roda empat, terjaring operasi penertiban batas kecepatan yang digelar oleh petugas Patroli Jalan Raya (PJR) Polda Jatim 6 Nganjuk, di ruas Tol Madiun arah Ngawi-Wilangan.

Kanit PJR Polda Jatim 6 Nganjuk, AKP Bambang Hariyono mengatakan, titik operasi dilakukan di antaranya di KM 626. “Operasi ini bertujuan menekan angka kejadian kecelakaan lalu lintas yang ada di tol,” ujar AKP Bambang Hariyono, Kamis (20/2/2020).

Bambang menyebut, jumlah pengemudi yang ditilang mencapai 40 orang. Dari jumlah tersebut, semuanya melanggar ambang batas kecepatan maksimal. Sesuai dengan aturan, batas kecepatan bawah minimal adalah 60 kilometer per-jam, dan batas maksimal 100 kilometer per-jam.

Dalam operasi tersebut, petugas menggunakan alat elektronik pembidik kecepatan kendaraan (speed gun). Hal itu untuk membuktikan bahwa kendaraan yang menjadi target operasi telah melakukan pelanggaran. “Jadi, kami pakai alat speed gun, untuk membuktikan bahwa pengendara bersangkutan memang telah mengendarai kendaraannya melebihi batas kecepatan maksimal di tol ini,” kata Bambang.

Dalam operasi, petugas dibagi menjadi dua tim, yakni tim sniper atau penembak dan tim tilang. Tim sniper bertugas membidik pengguna tol yang melanggar batas kecepatan maksimal. Dengan sensornya, alat tersebut mampu mendeteksi kecepatan kendaraan dari jarak tertentu dengan akurat.

Pengendara kendaraan yang melanggar tidak bisa mengelak, karena alat yang digunakan membidik juga langsung mendokumentasi dalam bentuk visual. Dokumentasi pelanggaran tersebut, langsung dikirimkan melalui telepon seluler ke tim tilang. Kendaraan dan pengemudi yang melanggar lalu dihentikan petugas dan diberikan surat tilang. Para pelanggar lalu lintas kemudian langsung menjalani sidang di tempat.

Kegiatan bersama penindakan pelanggaran batas kecepatan maksimal dan minimal tersebut, sebagai ajang sosialisasi ke pengguna jalan bahwa batas kecepatan maksimal berkendara di tol adalah 100 kilometer per jam. Lebih dari itu, sangat rawan kecelakaan lalu lintas. Petugas mengimbau pengguna tol untuk berhati-hati dalam mengendarai dan menaati peraturan berlalu lintas di tol. (Ant)

Lihat juga...