Rangkaian HPN, PWI Banyumas Kunjungi Wartawan Senior

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

PURWOKERTO – Masih dalam rangkaian peringatan Hari Pers Nasional (HPN) dan HUT Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) ke-74, PWI Kabupaten Banyumas melakukan kunjungan kepada dua wartawan senior di Kota Purwokerto. Yaitu Wahyu Mandoko yang dulu wartawan Suara Pembaharuan dan Hindaryoen NTS, wartawan Kompas.

Wahyu Mandoko atau yang biasa disapa Pak Oo, saat ini sudah memasuki usia 72 tahun dan dalam beberapa tahun terakhir terkena struk. Namun, semangat masih terlihat jelas, bahkan ia masih mampu mengingat nama teman-teman wartawan dengan baik dan masih bisa bercerita panjang lebar.

Wartawan Senior, Wahyu Mandoko (kiri) bercerita tentang pengalamannya selama puluhan tahun menjadi wartawan, Senin (17/2/2020). Foto: Hermiana E. Effendi

“Kemarin Karni Ilyas ke sini menengok saya, Karni itu teman liputan bareng saat saya masih bertugas di Jakarta. Kemudian Dahlan Iskan, itu yunior saya, dulu biasa kita suruh untuk beli nasi rames,” kata Pak Oo mengawali perbincangan, Senin (17/2/2020).

Dahlan Iskan juga pernah mampir ke rumah Wahyu Mandoko, waktu itu ia masih menjabat sebagai menteri, kebetulan ada acara di Banyumas dan mampir menjenguk Wahyu Mandoko. Saat bertemu, Dahlan Iskan mencium tangan Wahyu Mandoko dan ia mengatakan, Wahyu Mandoko sebagai gurunya dalam dunia jurnalistik.

“Kalau tidak karena Pak Wahyu Mandoko, saya tidak mungkin seperti sekarang ini,” kata Pak Oo menirukan ucapan Dahlan Iskan yang disampaikan di hadapan para pejabat dan anak buahnya saat menjabat sebagai menteri.

Di Banyumas, Wahyu Mandoko merupakan salah satu wartawan senior yang dikenal kalangan luas. Selama bertugas 35 tahun, Wahyu yang juga hobi fotografi ini, mempunyai 35 jenis kamera terbaik pada tiap tahunnya.

“Sekarang beberapa sudah ada yang saya jual, selain tidak terurus juga untuk tambahan biaya berobat dan terapi. Tetapi untuk merek kamera tertentu tetap saya pertahankan,” tuturnya.

Selain ke rumah Wahyu Mandoko, PWI juga mengunjungi Hindaryoen NTS, mantan wartawan Kompas yang baru-baru ini terkena serangan jantung. Saat ini, ia masih dalam masa pemulihan dan terlihat sangat gembira ketika melihat rombongan wartawan datang ke rumahnya.

Ketua PWI Banyumas, Lilik Darmawan mengatakan, kunjungan kepada para senior ini, selain untuk menjalin tali silaturahmi, juga untuk memberikan ruang kepada jurnalis-jurnalis muda supaya bisa menimba ilmu dan pengalaman dari yang senior.

“Banyak cerita berharga, pengalaman dan pesan-pesan yang disampaikan dua senior kita tersebut dan ini merupakan hal yang berharga, sebab sekarang eranya sudah berbeda dan cerita serta pengalaman mereka, kemungkinan sudah tidak ada di era dunia jurnalistik sekarang. Terlepas dari hal tersebut, silaturahmi adalah hal yang harus kita budayakan, sebab suatu saat nanti, kita juga akan ada di posisi mereka, menua dan merasa sendiri,” kata Lilik.

Lihat juga...