RS TC Hillers Maumere Kewalahan Tangani Banyaknya Pasien DBD

Editor: Koko Triarko

MAUMERE – Peningkatan drastis pasien Demam Berdarah Dengue (DBD) yang dirawat di RS TC Hillers Maumere, membuat semua petugas kesehatan di rumah sakit milik pemerintah kabupaten Sikka tersebut terus bersiaga. Membludaknya pasien DBD, tentu saja juga membuat petugas kesehatan di rumah sakit berstatus Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) ini pun kewalahan melayani pasien dan meminta tambahan petugas medis.

“Tenaga medis kami kewalahan, sehingga kami meminta penambahan tenaga kesehatan, baik dari Puskesmas dan juga dari tempat lain. Yang terpenting ada penambahan tenaga medis,” ungkap Regina Ester, Kepala Bidang Penunjang RS TC Hillers Maumere, Selasa (18/2/2020).

Regina menyebutkan, pihaknya terpaksa selalu bersiaga, karena tugas mereka memberikan pelayanan kesehatan langsung kepada pasien.

Kepala Bidang Penunjang RS TC Hillers Maumere, kabupaten Sikka, provinsi NTT, Regina Ester, saat ditemui Selasa (18/2/2020). -Foto: Ebed de Rosary

Saat ditanyai mengenai adanya seorang kepala bidang di rumah sakit ini yang pingsan saat ada kunjungan Bupati Sikka, dirinya menjelaskan, kepala bidang tersebut memang mengalami kelelahan dan jatuh pingsan.

“Yang pingsan tadi kepala bidang di rumah sakit ini, karena selama ini pulang agak terlambat. Dirianya selalu memantau petugas kesehatan yang bersiaga di setiap ruangan perawatan,” terangnya.

Total pasien DBD yang sedang dirawat di RS TC Hillers hingga Senin (17/2/2020) sebanyak 98 orang, dengan jumlah tempat tidur 202, sementara total pasien yang dirawat sebanyak 192 pasien.

Bupati Sikka, Fransiskus Roberto Diogo, menyebutkan pemerintah kabupaten Sikka tetap akan menambah tempat tidur bagi para pasien di RS TC Hillers Maumere,  kalau ada lonjakan pasien.

Menurut Robi, kondisi di rumah sakit lain seperti di RS St.Gabriel Kewapante, belum dipantaunya.

“Di RS St. Gabriel Kewapante kami belum tinjau ke sana. Tetapi, mereka juga punya persiapan dan di sana masih normal pelayanan pasien demam berdarahnya,” ujarnya.

Pemerintah, tegas Robi, harus siap dalam kondisi apa pun, karena sudah dua kali memperpanjang status Kejadian Luar Biasa (KLB) DBD dan diperpanjang terus sampai tiga kali.

Disaksikan Cendana News, pasien DBD dirawat di lorong ruangan depan Unit Gawat Darurat (UGD) yang biasa dipergunakan sebagai jalan, karena ruangan UGD sudah dipenuhi pasien DBD, terutama anak-anak.

Selain pasien DBD yang dirawat di lorong-lorong, beberapa pasien yang mengalami penyakit lainnya juga ditempatkan di lorong sambil menunggu adanya pasien di ruangan rawat inap sudah diperbolehkan meninggalkan ruangan tersebut.

Lihat juga...