Saham Australia Merosot Karena Investor Pindah ke ‘Safe Havens’

SYDNEY — Saham-saham Australia dibuka melemah tajam pada perdagangan Senin pagi, karena investor menjual turun saham-sahamnya dan pindah ke aset-aset safe havens.

Pada pukul 10.30 waktu setempat, indeks acuan S&P/ASX 200 turun 94,40 poin atau 1,35 persen pada 6.922,80 poin, sedangkan indeks All Ordinaries yang lebih luas turun 101,20 poin atau 1,42 persen pada 7.020,0 poin.

“Para investor menyatakan preferensi yang jelas untuk tempat berlindung yang aman dalam perdagangan Jumat malam. Kekhawatiran penularan virus menghantam pasar saham dan komoditas industri, meskipun ada perkembangan positif dalam politik AS dan Brexit yang lancar,” kata Kepala Strategi Pasar CMC Markets, Michael McCarthy dalam sebuah catatan pagi.

“Obligasi sepuluh tahun AS menguat ke arah imbal hasil terendah mereka dalam empat tahun, dan emas dalam dolar AS mencapai level terakhir yang terlihat pada 2013.”

“Pasar berjangka menunjukkan hari yang sulit untuk investor Asia Pasifik, meskipun berita pada akhir pekan menunjukkan ada dukungan tambahan dari bank sentral China untuk mengurangi kerugian.”

Di sektor keuangan, bank-bank besar Australia merosot dengan Commonwealth Bank turun 1,16 persen, Westpac Bank turun 2,15 persen, National Australia Bank turun 2,17 persen dan ANZ turun 2,23 persen.

Saham-saham pertambangan melemah dengan BHP turun 2,74 persen, Rio Tinto turun 2,06 persen dan Fortescue Metals turun 3,60 persen, namun penambang emas Newcrest naik 1,56 persen.

Produsen-produsen minyak dan gas berkurang dengan Woodside Petroleum turun 2,71 persen, Santos turun 4,20 persen dan Oil Search jatuh 8,15 persen.

Jaringan supermarket terbesar di Australia juga kehilangan posisi dengan Coles Group turun 0,36 persen dan Woolworths turun 0,26 persen.

Sementara raksasa telekomunikasi Telstra turun 0,91 persen, operator penerbangan nasional Qantas menyusut 2,11 persen dan perusahaan biomedis CSL naik 0,21 persen. [Ant]

Lihat juga...