Sahoun Ayam, Makanan Khas ala Purwokerto

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

PURWOKERTO – Makanan berkuah menjadi kegemaran orang Banyumas, sehingga berbagai makanan khas Kota Keripik ini seringkali merupakan makanan berkuah. Salah satunya adalah hidangan Sahoun Ayam. Makanan ini hanya ada di Kota Purwokerto dan tidak membuka cabang di kota lain.

Sahoun merupakan hidangan seperti kwetiau, namun lebih kenyal. Makanan ini terbuat dari olahan tepung aci dan tepung beras serta diberi bumbu gurih kemudian dikukus. Setelah matang, dipotong-potong dengan ukuran seperti kwetiau.

Namun, cara penyajiannya berbeda. Sahoun diberi kuah segar dan suwiran daging ayam serta daun bawang yang cukup banyak. Untuk menikmatinya juga dilengkapi dengan sambal. Sehingga kuah sahoun yang bening, akan berubah menjadi merah karena siraman sambal yang cukup banyak.

Sayangnya, makanan yang cukup membuat perut kenyang ini, hanya dijual menjelang siang hari hingga menjelang sore. Sebab, penjualnya membatasi jumlah produksi dan tidak berjualan sampai malam hari.

“Kalau jualan di sini paling jam 14.00 atau jam 15.00 WIB sudah habis, jadi tidak ada yang jualan sahoun malam-malam,” kata penjual sahoun yang mangkal di Jalan Kaliputih, Purwokerto, Heri, Sabtu (15/2/2020).

Penjual sahoun ayam di Kota Purwokerto, Heri, Sabtu (15/2/2020) sedang melayani pembeli. Foto: Hermiana E. Effendi

Di Kota Purwokerto, sahoun hanya ada di wilayah Kaliputih. Sahoun yang dikenal dengan sebutan Sahoun Pak Kartim ini sudah ada sejak puluhan tahun lalu.

Dalam beberapa waktu terakhir, dibuka warung sahoun cabang Kaliputih yang berlokasi di Jalan Pramuka dan masih dalam lingkup wilayah Kota Purwokerto.

Kemudian satu lagi ada gerobak sahoun yang mangkal di Jalan Martadireja yang masih berada di Kota Purwokerto. Kedua cabang sahoun tersebut merupakan anak-anak dari Pak Kartim.

“Memang hanya keluarga besar saja yang berjualan sahoun, selain di Kaliputih ada yang di Jalan Pramuka dan Jalan Martadireja,” tuturnya.

Satu porsi sahoun ayam harganya sangat terjangkau, yaitu hanya Rp 11.000 dan pembeli dijamin pasti kenyang, karena satu mangkok penuh sahoun ditambah kuah segar.

Sementara itu, salah satu pelanggan sahoun Pak Kartim, Toni mengatakan, sejak ia masih sekolah dulu, sahoun Kaliputih sudah ada dan menjadi makanan favorit keluarganya.

“Sahoun itu segar dan bikin kenyang, bahkan kalau lagi kurang enak makan, jika dihidangkan sahoun, bisa langsung bangkit selera makannya,” tuturnya.

Lihat juga...