Satlantas Polres Lamsel Dukung Literasi di Pedesaan

Redaktur: Muhsin E Bijo Dirajo

LAMPUNG — Satuan Lalu Lintas Polres Lampung Selatan (Lamsel) terus mendukung literasi di pedesaan dengan membentuk Taman Bacaan Satlantas. Memanfaatkan salah ruangan di rumah warga yang ada di Desa Kampung Baru, fasilitas perpustakaan disiapkan lengkap dengan koleksi buku bacaan.

Kepala Satuan Polisi Lalu Lintas Polres Lampung Selatan, AKP Agustinus Rinto saat ditemui di Penengahan, Kamis (27/2/2020). Foto: Henk Widi

Kasatlantas Polres Lamsel, AKP Agustinus Rinto menyebutkan, penyediaan fasilitas Taman Bacaan Satlantas Polres Lamsel menjadi cara mengedukasi generasi muda di pedesaan. Sejumlah buku yang disediakan meliputi pengetahuan tentang keselamatan berlalu lintas, undang undang lalu lintas dan buku umum.

“Lokasi taman bacaan dekat dengan sekolah MTs Al Khairiyah Kampung Baru sehingga bisa digunakan membaca buku sebelum jam pelajaran, istirahat dan di luar jam sekolah bagi anak anak dan orang dewasa,” terang AKP Agustinus Rinto saat dikonfirmasi Cendana News, Kamis (26/2/2020)

Penyediaan taman bacaan yang digagas Satlantas Polres Lamsel melibatkan pemerintah desa. Koleksi buku yang sudah ada dan akan terus ditambah untuk meminimalisir kecanduan siswa akan gadget atau gawai. Sebab munculnya jenis hiburan berupa televisi, internet, media sosial yang beragam membuat waktu membaca buku berkurang.

Peran serta masyarakat dalam memanfaatkan taman bacaan sangat diperlukan. Sebab sejumlah buku bacaan tentang ilmu tertib berlalu lintas akan mendorong generasi muda menjaga keselamatan di jalan raya.

“Literasi memahami aturan lalu lintas perlu ditingkatkan salah satunya dengan adanya buku penjelasan rambu rambu dan aturan berkendara yang benar,” beber Agustinus Rinto.

Melalui taman bacaan Satlantas,upaya menciptakan Kampung Tertib Lalu Lintas akan terwujud. Edukasi dari level pedesaan menjadi cara meminimalisir angka kecelakaan di jalan raya.

Kepala Desa Kampung Baru, Efendi menyebutkan, dukungan dari Satlantas memberikan akses buku bacaan yang beragam memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk mengakses informasi melalui buku. Melalui penyiapan buku bacaan budaya membaca generasi muda di desa tersebut akan ditingkatkan.

“Desa akan membuat taman baca dan perpustakaan yang nyaman, koleksi buku lengkap dan nyaman,” beber Efendi.

Penggunaan Dana Desa (DD) untuk sektor pendidikan menurutnya akan dialokasikan dalam bentuk pembelian buku. Penambahan koleksi tidak hanya berkaitan dengan buku lalu lintas namun juga umum yang mencakup usia anak anak sebagian orang dewasa, orangtua.

“Buku bertema pertanian, budidaya, resep masakan masih perlu ditambah untuk memenuhi kebutuhan membaca berbagai kalangan,” tambahnya.

Lihat juga...