Se-Johar, Game Edukasi Karya Mahasiswa Udinus Semarang

Editor: Makmun Hidayat

SEMARANG — Lewat kreativitas, mahasiswa Universitas Dian Nuswantoro (Udinus) Semarang, Nadia Ulfa, berhasil menciptakan game edukasi berbasis android tentang sejarah Pasar Johar Semarang. Menggabungkan antara keseruan bermain game dan pengetahuan sejarah, dirinya mengajak masyarakat untuk mengenal lebih jauh tentang pasar tradisional terbesar di Jawa Tengah tersebut.

“Ide awal pembuatan game ini, didasari dengan keprihatinan saya, terutama terhadap para generasi muda yang ternyata tidak tahu banyak tentang sejarah Pasar Johar. Padahal sebagai salah satu pasar tradisional tertua dan terbesar di Jateng, Pasar Johar ini juga termasuk cagar budaya,” papar mahasiswa tingkat akhir Prodi Game Jurusan Desain Komunikasi Visual (DKV) Fakultas Ilmu Komputer tersebut, saat ditemui di kampus Udinus Jl Imam Bonjol Semarang, Kamis (13/2/2020).

Melihat hal tersebut, dirinya mencoba menggabungkan antara kemajuan teknologi, terutama dalam bidang permainan (game) dengan sejarah, sehingga tercipta game Se-Johar atau Sejarah Johar.

Game ini bergenre slide scrolling, seperti game Mario Bros, dengan tampilan 2 dimensi. Nantinya, saat dimainkan, akan muncul pop up, yang berisi cerita sejarah Pasar Johar. Seperti perkembangan pasar pada awal tahun 1860, hingga proses pembangunan pertama pada tahun 1930,” terangnya.

Dalam permainan tersebut, pemain diminta untuk menyelesaikan misi dengan mengumpulkan tiga kunci sebagai syarat untuk naik level selanjutnya. “Saat pergantian level ini, juga akan muncul pop up lagi, tentang sejarah Pasar Johar, begitu seterusnya hingga level akhir,” lanjut gadis kelahiran Semarang, 19 November 1997 tersebut.

Salah satu mahasiswa Udinus tengah mencoba permainan dalam game Se-Johar di kampus Udinus Jl Imam Bonjol Semarang, Kamis (13//2020). -Foto: Arixc Ardana

Dijelaskan, game edukasi tersebut diperuntukkan bagi kalangan siswa SD. Hal tersebut pula yang mendasarinya, memilih karakter siswa SD sebagai pemain didalam game tersebut. Selain itu, Nadia juga memilih siluet gedung Gereja Blendug dan Tugu Muda sebagai background atau latar belakang game Se-Johar.

“Pemilihan ini juga menjadi bagian dari upaya untuk lebih memperkenalkan beragam gedung landscape Kota Semarang,” jelasnya.

Dijabarkan, dalam pembuatan game tersebut, dirinya membutuhkan waktu sekitar dua bulan, dibantu oleh Robi Halim Gunawan sebagai programmer, dengan bimbingan dosen DKV Dimas Irawan Ihya’ Ulumuddin.

“Pembuatannya tidak terlalu sulit, namun agak terkendala dalam penentuan karakter, serta gaya tampilan, sebelum kemudian saya pilih siswa SD. Sejauh ini masih ada sejumlah perbaikan, sebelum nantinya bisa diunggah di Play Store,” paparnya lebih jauh.

Disatu sisi, Nadia Ulfa juga sudah akrab dengan dunia game. Setidaknya hal tersebut tergambar dari pengalaman magang di Eduka Studio Salatiga, salah satu studio game terkenal di Indonesia dengan ratusan permainan yang sudah dihasilkan.

Sementara, guru besar DKV Udinus Prof Dr Tjetjep Rohendi Rohidi mengapresiasi capaian yang berhasil diraih anak didiknya. “Ini menjadi proses belajar bagi mahasiswa, dalam mengembangkan kemampuan mereka. Kita dorong agar nantinya, beragam capaian ini bisa dimanfaatkan oleh masyarakat,” tandasnya.

Lihat juga...