Sejumlah Petani Lengkuas di Lebak Untung Rp100 Juta per Hektare

LEBAK — Sejumlah petani lengkuas merah di Kabupaten Lebak, Banten meraih keuntungan sekitar Rp100 juta/hektare dengan produksi 13-15 ton/hektare dan harga di tingkat penampung Rp8.000/kilogram.

“Kami memperkirakan panen lengkuas merah miliknya pada Maret 2020, namun sudah dibeli tengkulak seharga Rp100 juta,” kata Engkos (50) seorang petani di Desa Cibubur Kecamatan Maja Kabupaten Lebak, Sabtu.

Pendapatan lengkuas merah menjadikan andalan pendapatan ekonomi petani, karena harga di tingkat penampung mencapai Rp8.000/kilogram.

Tingginya harga lengkuas itu, karena pasokan dari berbagai daerah dilanda banjir, sehingga banyak petani gagal panen.

Karena itu, pihaknya sangat diuntungkan dengan harga Rp100 juta/hektare tersebut sehingga mampu membangun rumah.

“Kami menanam lengkuas merah itu seluas satu hektare dengan mengeluarkan biaya Rp20 juta dengan menanam sebanyak 10 ribu pohon dan harga Rp2.000/benih pohon,,” katanya.

Abah Sarman (55) seorang petani warga Kecamatan Curugbitung Kabupaten Lebak mengaku bahwa panen lengkuas merah di sini sekitar Maret sampai April mendatang karena menanam tahun 2019.

Panen tanaman lengkuas itu bisa menghasilkan ekonomi selama 12 bulan, bahkan produksinya bisa mencapai 10 kilogram/rumpon atau batang dan petani di sini secara turun temurun mengembangkan budi daya tanaman lengkuas merah.

Mereka petani mengembangkan tanaman lengkuas dengan memanfaatkan lahan-lahan tidur milik perusahaan, TNI dan BUMN.

Sebab, lahan tidur tersebut jumlah hingga ribuan hektare dan masyarakat memanfaatkan dengan bercocok tanam palawija, hortikutura dan padi huma.

“Kami mengembangkan lengkuas merah sejak harga Rp400/kg hingga kini meraup keuntungan besar dengan harga Rp8.000/Kg dan bisa menghasilkan Rp100 juta/hektare,” katanya.

Sarif (55) seorang petani warga Desa Cipining, Kecamatan Maja, Kabupaten Lebak, mengaku saat ini harga lengkuas merah relatif bagus hingga ditampung Rp8.000/Kg, padahal dua tahun sebelumnya pernah anjlok hingga Rp3.000/Kg.

Produksi lengkuas di sini, selain dipasok ke perusahaan juga Pasar Induk Kramat Jati, Pasar Angke, Kebayoran Lama, Duri, dan Pasar Palmerah.

“Kami berharap harga lengkuas itu dapat menguntungkan petani,” katanya.

Sementara itu, Plh Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Lebak Ade mengatakan pemerintah daerah mendorong petani agar mengembangkan tanaman lengkuas atau laja merah karena permintaan pasar cenderung meningkat. Produksi lengkuas selain untuk bahan baku sayuran juga obat-obatan herbal.

Saat ini, penghasil produksi pertanian lengkuas merah di Kecamatan Maja, Curugbitung, Sajira, Rangkasbitung dan Cibadak.

“Kami minta petani dapat meningkatkan mutu dan kualitas benih agar produksi lengkuas merah cukup tinggi,” ujarnya. [Ant]

Lihat juga...