Semarang Nihil, Satu Paslon Lolos Perseorangan Pilkada Jateng

Editor: Makmun Hidayat

SEMARANG — Komisi Pemilihan Umum (KPU) membuka kesempatan bagi calon perseorangan, dalam pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak 2020. Termasuk di wilayah Jawa Tengah, yang akan digelar di 21 kabupaten/kota.

“Pendaftaran sudah kita buka mulai 19 Februari 2020 lalu, dan hingga ditutup pada Minggu (23/2) tepat pukul 24.00 WIB, yang menandai berakhirnya masa penyerahan dokumen dukungan dan sebaran, bagi bakal calon bupati dan wakil, serta calon walikota dan wakil perseorangan pada Pilkada 2020 di Jateng,” papar Komisioner KPU Jateng, Diana Ariyanti di kantor KPU Jateng, Jalan Veteran Semarang, Senin (24/2/2020).

Dipaparkan, dari pendaftaran yang dibuka di KPU Kabupaten Kota di 21 kabupaten/kota, ada yang ditolak, ada yang masih proses, batal menyerahkan dukungan dan ada yang menarik dukungan. Bahkan, ada yang nihil tidak ada calon perseorangan yang mendaftar.

“Baru paslon Bagyo Wahyono-FX Supardjo (Bajo), yang diterima masyarakat, minimal dukungan lewat jalur perseorangan pada Pilkada Surakarta 2020. Sementara, di Kabupaten Kendal paslon Suyanto-Erfa Royani, Demak (paslon Said-Mat Solekan), Purworejo (paslon Slamet Riyanto-Suyanto) dan satu paslon lagi di Surakarta (paslon Abah Ali-Gus Amak) yang sampai saat ini masih dalam proses penghitungan surat dukungan sebagai syarat pendaftaran,” tambahnya.

Sementara, di luar itu, bisa dipastikan tidak ada paslon perseorangan yang maju. Hal ini dikarenakan beberapa hal seperti ditolak karena tidak memenuhi jumlah syarat dukungan, menarik dukungan dan batal menyerahkan, hingga memang tidak ada yang mendaftar.

“Paslon perseorangan di Rembang, batal menyerahkan syarat dukungan, kemudian Kabupaten Blora itu menarik dukungan. Kota Semarang juga ada yang sebenarnya mau daftar, tapi kemudian belakang hari tidak menyerahkan dukungan,” pungkasnya.

Hal senada juga disampaikan Ketua KPU Kota Semarang Henry Casandra Gultom. Dipaparkan,  pihaknya sudah membuka pencalonan perseorangan sejak 19 Februari 2020. Sejak hari pertama hingga hari terakhir, Minggu (23/2/2020) pukul 24.00 WIB, belum calon yang menyerahkan berkas dukungan ke KPU.

“Sebenarnya, ada satu paslon independen yang sudah berkonsultasi, yakni paslon H Khoeroni-Adi Wiratno, namun hingga batas akhir pendaftaran dan penyerahan berkas, mereka tidak datang lagi, sehingga kita putuskan tidak ada pendaftar dari jalur perseorangan,” terangnya, di kantor KPU Kota Semarang, Senin (24/2/2020).

Calon perseorangan yang ingin mendaftarkan diri dalam Pilwakot Semarang 2020, harus mengantongi 76.445 dukungan yang tersebar di 9 kecamatan. Mereka juga harus mengunggah dukungan tersebut ke aplikasi sistem informasi pencalonan (Silon), dengan mengambil terlebih dahulu password kepada KPU.

Sementara, terkait kebutuhan Panitia Pemungutan Suara (PPS) untuk wilayah Semarang, Henry menuturkan, pihaknya kemungkinan akan membuka perpanjangan pendaftaran untuk wilayah kelurahan yang belum memenuhi jumlah PPS.

“Kebutuhan kita sebanyak 1.062 PPS, jumlah ini  untuk dua kali kebutuhan. Dengan jumlah kelurahan sebanyak 177, dengan kebutuhan per kelurahan sebanyak tiga PPS. Sejauh ini, hingga penutupan Senin (24/2/2020) baru sekitar 650-an pendaftar. Kita akan buka lagi hingga tiga hari ke depan, ini sesuai dengan surat edaran KPU,” terangnya.

Jika hingga masa perpanjangan pendaftaran belum juga terpenuhi, sesuai aturan, pihaknya akan meminta bantuan lembaga pendidikan untuk memperbantukan tenaga pendidik, menjadi bagian dari PPU kelurahan.

“Kita utamakan pendaftar ini dari masing-masing kelurahan. Setelah pendaftaran, proses selanjutnya berupa ujian tertulis berbasis Computer Assisted Test (CAT). Dengan beragam tahapan ini, kita berharap dapat merekut petugas PPS yang profesional dan berkompeten,” pungkasnya.

Lihat juga...