Taman Mini Menari Upaya Pelestarian Budaya Bangsa

Redaktur: Muhsin E Bijo Dirajo

JAKARTA — Ratusan penari dari berbagai sanggar dan diklat seni anjungan daerah Taman Mini Indonesia Indah (TMII), berlenggok gemulai dalam balutan busana tradisional. Mereka sangat antusias memeriahkan gelaran Taman Mini Menari di area Plaza Tugu Api Pancasila TMII, Jakarta, Minggu (23/2/2020) sore.

Sanggar Kreasi Puspita Bekasi mempersembahkan tari Wayang Jekdong. Ini tarian khas Jawa Timur dengan gerakan yang gagah memukau penonton.

Tari Kipas Makasar persembahan Diklat Tari Istana Anak-Anak Indonesia TMII juga menghiasi. Dengan busana bodo warna pink dan kain sarung paduan warna kuning-pink, para penari cilik itu terlihat sangat mempesona dalam gerakan gemulai tubuhnya.

Sesekali kipas di tangannya diletupkan ke samping seirama gerak tubuh gemulai mereka dalam musik kas Sulawesi.

Sanggar Bina Manggala dengan tari Piring juga tampil mempesona dengan balutan busana khas Minangkabau. Gerakan tangan sambil memutar-mutar piring warna putih, sangat lincah berpadu lengguk tubuh sedikit jonggok.

Begitu pula dengan sanggar dan diklat seni anjungan lainnya,mereka tampil memukau dengan tarian khas daerah.

Sebelum berlenggok di area Tugu, ratusan penari ini berkumpul di depan gerbang Museum Indonesia TMII. Kemudian mereka arak-arakan menuju area Plaza dengan dimeriahkan aktraksi Sisingan khas Jawa Barat.

Dalam kegembiraan, mereka mengeliling area Plaza, hingga tepat di depan Kuncungan Sasono Utomo disambut oleh bintang tamu seorang artis bernama Vino Saga.

Dalam lanjutan suara merdunya, Vino mengajak ratusan anak-anak itu bernyanyi bersama menjadikan suasana area Plaza makin hangat dalam untaian budaya.

Para penonton terlihat sangat antusias menyaksikan gerak menari anak-anak usia belia. Sebagian dari mereka ada yang duduk di teras area Plaza, ada yang berdiri, dan juga duduk di teras Sasono Utomo.

Taman Mini Menari Upaya Pelestarian Budaya Bangsa

Kepala Bidang Diklat dan Pembinaan Potensi TMII, Endang Sari Dewi mengatakan, Taman Mini Menari ini merupakan program bidang budaya, yang digelar dalam upaya pelestarian budaya daerah.

“Pada Minggu sore ini, kita berkumpul di Tugu Api Pancasila dalam rangka mengikuti Taman Mini Menari, rutin digelar di minggu kempat setiap bulannya,” kata Endang kepada Cendana News ditemui di sela acara di Sasono Utomo TMII, Jakarta, Minggu (23/2/2020) sore.

Menurutnya, gelaran Taman Mini Menari ini diikuti sekitar 300 peserta dari diklat seni anjungan daerah yang ada di TMII, dan juga sanggar se-Jabodetabek.

“Taman Mini Menara ini digelar sesuai dengan misi dan visi TMII sebagai pelestari budaya bangsa,” imbuhnya.

Selain itu, kata dia, ini juga sesuai dengan dengan tema TMII yakni mendorong generasi muda untuk cinta budaya.

Dan sebagai bukti jelas dia, bidang program budaya TMII secara konsisten telah menyelenggarakan kegiatan Taman Mini Menari ini. Dengan harapan generasi muda untuk selalu melestarikan, mengembangkan seni budaya dan tetap mencintai seni budaya bangsa.

“Karena seni budaya itu adalah sebagai ciri khas bangsa kita yang harus dipertahankan dan dilestarikan,” ujar Endang.

Lebih lanjut dia menjelaskan, kemeriahan Taman Mini Menari dengan penyertaan Sisingan. Dimana dua penari cilik duduk di atas replika Singa yang dipikul oleh para penari Sisingan berkostum tradisi Jawa Barat, warna oranye.

Ini menurut Endang, menandakan bahwa generasi penerus bangsa ini masih sangat mencintai budaya tradisi. “Sisingan khas budaya tradisi Jawa Barat ini kita tampilkan sebagai daya tarik dan juga pelestarian budaya daerah,” ujar Endang.

Terkait jadwal Taman Mini Menari di sepanjang tahun 2020, akan kembali digelar pada tanggal 28 Juni, 26 Juli, 23 Agustus, 27 September dan 18 Oktober 2020 mendatang.

Neneng Nendian Sari, pimpinan Sanggar Bina Manggala mengaku senang setiap tahun sanggarnya bisa tampil di acara Taman Mini Menari.

“Alhamdulillah kami mengikuti Taman Mini Menari setiap tahunnya,” ujar Neneng kepada Cendana News ditemui di sela acara di Sasono Utomo TMII, Jakarta, Minggu (23/2/2020) sore.

Menurutnya, TMII sebagai wadah pemersatu budaya Indonesia, sangat menarik minat anak-anak Indonesia untuk mengenal budaya daerahnya. Tujuannya agar mereka bisa lebih mencintai budaya bangsa dan turut melestarikan.

Seperti halnya dalam gelaran Taman Mini Menari ini, anak-anak dari berbagai sanggar tampil menari daerah dalam upaya untuk melestarikan budaya.

Bahkan dia mengakui, bahwa anak-anak yang tampil menari di acara ini sangat senang dan bangga.

“Ada kebanggaan, anak-anak juga senang dan bangga. Orang tuanya juga bangga anaknya tampil di TMII. Mereka jadi lebih banyak ilmu yang didapat dari TMII sebagai wahana edukasi kebudayaan,” ujar Neneng.

Lihat juga...