Tanggap Corona, Satu Pasien di Semarang Masih Berstatus PDP

SEMARANG — Direktur Medik dan Keperawatan RSUP dr Kariadi Semarang, dr Agoes Poerwoko SpOG(K) MARS, memastikan hingga saat ini belum ada pasien suspect virus corona yang dinyatakan positif.

“Sejak pemerintah menetapkan tanggap penyebaran virus corona, khususnya di Jateng, kita sudah merawat sebanyak 23 orang suspect virus corona. Dari jumlah tersebut, sebanyak 13 berstatus orang dalam pemantauan (ODP), sehingga diizinkan pulang karena tidak menunjukkan gejala klinis,” paparnya, di kantor RSUP dr Kariadi Semarang, Selasa (25/2/2020) petang.

Direktur Medik dan Keperawatan RSUP dr Kariadi Semarang, dr Agoes Poerwoko SpOG(K) MARS, didampingi Kabid Pelayanan Medis RSUP dr Kariadi dr Nurdopo Baskoro SpRad(K), saat memaparkan perkembangan penanganan pasien terkait virus corona, di rumah sakit tersebut, Selasa (25/2/2020) petang. -Foto: Arixc Ardana

Mereka dipantau karena memiliki riwayat perjalanan dari luar negeri, baik dari Tiongkok atau pun negara lain yang sudah positif terpapar virus corona. Meski tidak menunjukkan gejala klinis, namun mereka juga disarankan untuk tidak bergaul terlebih dahulu dengan lingkungan sekitar.

Pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan kabupaten/kota, serta pemerintah kabupaten/kota, asal ODP, untuk ikut membantu melakukan pemantauan.

“Sementara, 10 orang lainnya, masuk kategori pasien dalam pengawasan (PDP). Mereka ini ada gejala demam, batuk dan sesak nafas. selain itu juga ada riwayat perjalanan dari luar negeri atau melakukan kontak langsung dengan Warga Negara Asing (WNA),” lanjutnya.

Namun setelah dilakukan observasi, sebanyak 9 pasien diantaranya, saat ini sudah diizinkan untuk pulang, karena tidak terbukti terinfeksi virus corona.

“Mereka menjalani masa observasi karena menunjukkan gejala klinis seperti batuk-batuk, demam, namun setelah dicek hanya sakit biasa, seperti premoni infeksi paru-paru. Saat ini masih ada satu yang berstatus PDP, karena baru mulai menjalani perawatan pada Minggu (22/2/2020) lalu,” terang Agoes.

Sementara, Kabid Pelayanan Medis RSUP dr Kariadi dr Nurdopo Baskoro SpRad(K), meanambahkan, pasien tersebut tidak memiliki riwayat ke luar negeri, namun melakukan kontak secara langsung dengan warga negara asing (WNA) dari Korea Selatan dan Tiongkok.

“Kita akan lakukan observasi, kita lakukan pengawasan sesuai SOP yang sudah ditetapkan. Mudah-mudahan hasilnya negatif,” tandasnya.

Tercatat, dari 23 pasien yang ditangani RSUP dr Kariadi Semarang, empat diantarnya merupakan WNA, yakni dua orang dari Tiongkok dan dua lainnya, masing-masing dari Korea Selatan dan Jepang.

Lihat juga...