Tebing Talud di Magetan Longsor dan Merusak Rumah Warga

Tebing talud di Desa Sayutan, Kecamatan Parang, Kabupaten Magetan, Jawa Timur yang longsor hingga merusak atap dan mengancam rumah warga yang ada di sekitarnya – Foto Ant

MAGETAN – Tebing talud sepanjang 25 meter dan setinggi lima meter di Desa Sayutan, Kecamatan Parang, Kabupaten Magetan, Jawa Timur longsor, materialnya merusak atap rumah warga.

Rumah yang rusak tertimpa longsoran adalah milik Susang. Saat ini material longsor juga mengancam dua rumah lain di lingkungan setempat. “Tebing tersebut longsor, setelah hujan deras mengguyur desa  selama lima jam lebih. Saat longsor, hujan sudah reda,” ujar Susang, Kamis (27/2/2020).

Susang dan warga sekitar tebing, saat ini mengaku mengalami kecemasan. Mereka mengkhawatirkan terjadinya longsor susulan, mengingat curah hujan masih cukup tinggi. Untuk sementara, warga mengungsi ke tempat saudara ataupun tetangga yang lebih aman. Warga juga telah melapor ke pihak desa dan BPBD Magetan guna penanganan lebih lanjut.

Sementara itu, untuk penanganan darurat, BPBD Magetan telah memasang terpal plastik di lokasi longsor. Harapannya, dapat menahan laju longsoran material tanah jika terjadi longsor susulan. Kontur tanah yang miring dan labil, ditambah curah hujan yang tinggi, membuat talud tersebut tidak mampu menahan debit air hujan yang turun.

Kepala Pelaksana BPBD Magetan, Ari Budi Santosa mengatakan, selain tebing talud di Kecamatan Parang, longsor juga terjadi di Kecamatan Ngariboyo. Di lokasi tersebut, material longsor menutup akses jalur alternatif antarkecamatan setempat. “Tebing longsor di Desa Selotinatah, Ngariboyo, mengganggu akses jalur alternatif penghubung Kecamatan Ngaroboyo dengan Kecamatan Poncol,” ungkap Ari budi.

Petugas BPBD dibantu warga, telah bergotong royong membersihkan material longsor yang menutup akses jalan. Sebelumnya, warga harus memutar hingga satu kilometer lebih jauh, untuk menuju Kecamatan Poncol dan daerah lainnya. Dengan kondisi tersebut, BPBD meminta warga tetap mewaspada potensi cuaca ekstrem, yang masih akan berlangsung selama musim hujan hingga April mendatang. Utamanya bagi warga yang tinggal di daerah rawan longsor dan banjir. (Ant)

Lihat juga...