Tim Gabungan Kesulitan Padamkan Karhutla di Pulau Rupat

Ilustrasi penanganan kebakaran hutan dan lahan - Foto: Dokumentasi CDN

PEKANBARU – Kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di Pulau Rupat, wilayah pesisir Provinsi Riau, sulit dipadamkan, karena beberapa kendala.

“Kendala angin kencang serta sumber air yang minim. Akses juga cukup sulit ke lokasi,” , kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Riau, Edwar Sanger di Pekanbaru, Jumat (28/2/2020).

Edwar mengatakan, tim gabungan dari BPBD, Manggala Agni, TNI, Polri, Masyarakat Peduli Api (MPA), serta unsur dunia usaha masih berupaya memadamkan kebakaran yang terjadi di Pulau Rupat.

Ia menambahkan, PT RAPP membantu pemadaman api dari udara menggunakan helikopter.

Pulau Rupat secara administrasi berada di bawah Kabupaten Bengkalis. Daerah itu sering menghadapi kebakaran hutan dan lahan.

Menurut Edwar, sejak Januari hingga kini sekitar 89,9 hektare lahan dan hutan di wilayah Bengkalis terbakar.

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika Stasiun Pekanbaru memprakirakan pada Jumat hujan tidak turun di Riau dan citra satelit menunjukkan adanya 12 titik panas indikasi awal kebakaran hutan dan lahan di wilayah provinsi tersebut pada Jumat pagi.

Titik panas tersebar di Kabupaten Pelalawan (empat), Kota Dumai (tiga), serta Bengkalis, Rokan Hilir, Kepulauan Meranti, Siak, dan Indragiri Hulu, masing-masing satu titik panas. (Ant)

Lihat juga...