TMII Edukasi Cara Menangkap Ular Sanca dan Kobra

Editor: Makmun Hidayat

JAKARTA — Taman Reptile Indonesia dan Museum Komodo Taman Mini Indonesia Indah (TMII) menggelar pertunjukan edukasi cara menangkap ular sanca batik dan kobra jawa yang ditemukan di permukiman warga.

“Bapak-bapak dan ibu-ibu, hari ini kami edukasi nangani ular  seperti, kobra jawa dan sanca batik. Kalau ularnya masuk ke dalam rumah, sikap kita jangan panik ya harus tenang,” kata Irvan Maulana Malik, pesatwa Taman Reptil Indonesia dan Museum Komodo TMII di hadapan 150 peserta sosialisasi penanganan gigitan ular berbisa di Sasana Adirasa TMII, Jakarta, Rabu (12/2/2020).

Apalagi di musim penghujan ini banyak ular keluar sarangnya, dan mencari tempat tinggal hingga satwa melata ini masuk ke dalam rumah warga.

Jika melihat ular, seperti sanca batik meskipun satwa ini tidak berbisa, namun Irvan menyarankan agar setiap orang yang mendapati ular ini masuk ke rumahnya agar tetap waspada. Karena tetap saja membahayakan keselamatan. Apabila ular sanca tersebut mengigit atau melilit tubuh.

“Ular sanca batik ini kalau melilit ke leher kita menjadikan sulit napas, karena kan lilitannya mengunci. Jadi kalau nangkap ular ini tidak boleh sendiri, minimal berdua,” jelasnya.

Selain itu, gigitan ular sanca ini juga sangat besar dan bisa berdampak kematian, jika kehabisan darah pada tubuh penangkapnya.

“Ular sanca batik ini sangat panjang, lilitan bisa bikin sesak napas, dan gigitan juga berbahaya meskipun tidak berbisa,” ujarnya.

Menurutnya, satwa melata jika merasa terancam, maka akan kaget dan lalu menyerang. Jadi ular sanca ini menyerang karena merasa ada gerakan yang mengancamnya, meskipun tidak melihat tapi satwa ini mendengar.

Irvan Maulana Malik (kaus putih), pesatwa Taman Reptil Indonesia dan Taman Museum TMII, saat menjelaskan langkah-langkah menangkap ular kobra jawa pada sosialisasi penanganan gigitan ular berbisa di Sasana Adirasa TMII, Jakarta, Rabu (12/2/2020). -Foto: Sri Sugiarti

Pada kesempatan ini, Irvan memberikan cara dalam menangani ular yang ditemukan di dalam rumah. Pertama, warga yang melihat ular, disarankan memanggil orang lain atau tetangga untuk terus mengawasi ular tersebut.

Setelah itu, kata Irvan, orang yang menemukan ular bisa menggunakan ember atau bak cucian. Langkah berikutnya, lakukan isolasi ular tersebut dengan ditutupi ember tersebut secara perlahan.

Karena ular itu masih bisa mendongkrak ember untuk kemudian kabur. Maka, Irvan menyarankan agar di atas embernya diberi beban berat.

“Jangan lupa atas embernya dikasih batu,  agar ular tidak kabur. Setelah ular terisolasi dalam ember, pemilik rumah bisa menghuhungi petugas pemadam kebakaran yang bisa menangkap ular itu,” ujarnya.

Karena kata dia, ular yang sudah terisolasi tidak boleh dibunuh, tapi harys tetap dilindungi dengan diserahkan ke Kebun Binatang atau lembaga konservasi.

Sedangkah langkah kedua adalah menangkap ular dengan menggunakan sapu. Caranya, kepala ular harus terlebih dulu ditekan dengan sapu agar tubuhnya tidak bergerak ke mana-mana.

Jika sudah tak berdaya, tangkap ular tersebut dan lalu masukkan ke dalam karung. “Saat menangkap ular jangan sendiri, tapi harus berdua karena lilitannya berbahaya. Di dalam karung juga tidak boleh lebih 24 jam karena bisa jebol karungnya akibat gerakan tubuh ular,” terangnya.

Kemudian langkah menangkap ular kobra jawa. “Kobra jawa ini jenis ular berbisa. Kalau melihat masuk rumah, sikap kita sama jangan panik, tapi tetap waspada,” ujarnya.

Langkah yang harus dilakukan saat menangkap kobra jawa ini, dengan menggunakan tongkat, kacamata, ember dan kontener plastik.

“Karena ular kobra jawa ini menyemburkan bisa, maka orang yang nangkapnya harus pakai pelindung mata (kacamata),” ujar Irvan.

Setelah ular ditutup ember. Lalu beri beban berat di atas ember tersebut, tujuannya agar ular tidak kabur.

Setelah terisolasi ruang gerak ular kobra di dalam ember, langkah berikutnya, masukkan ular itu ke dalam kontener plastik.

Karena kontener plastik ini bisa menembus gigitan ular. Maka disarankan agar kontener berisi ular itu peletakannya dalam posisi terbalik.

“Karena pada umumnya, ular kobra jawa ini kan mendorong ke atas. Apabila ada celah atau kendor penutup kontener plastiknya. Ini akan membahayakan penangkapnya,” ujarnya.

Kembali Irvan mengingatkan jika melihat  ular sanca batik atau kobra jawa maupun jenis ular lainnya di dalam rumah, jangan panik dan jangan menangkapnya dengan tangan kosong.

“Lakukanlah langkah-langkah di atas dengan tetap tenang jangan panik. Kalau ular sudah terisolasi, bisa panggil Bapak Petugas pemadam kebakaran untuk menangkap ular itu. Yang pasti isolasi dulu ruang geraknya,” pungkasnya.

Lihat juga...