Tren Budidaya Anggur Belgia di Bekasi

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

BEKASI – Buah anggur dengan nama latin Vitacea, menjadi tren baru budidaya di Kota Bekasi, Jawa Barat. Hal tersebut karena kecocokan iklim tropis membuat digemari sebagian warga di Kota Patriot.

“Banyak peminat bibit anggur Belgia (hijau), sekali beli ibu-ibu langsung beli lima bibit. Cepet habisnya,” ungkap Yadi, pekerja Taman Bonsai Cemara Udang, di Caman, Jatibening, kepada Cendana News, Senin (17/2/2020).

Yadi, perawat tanaman di Toko Bonsai Jalan Caman, Jatibening, Kota Bekasi, mengaku bibit anggur jadi tren baru untuk budidaya. Permintaan cukup banyak setiap harinya, Senin (17/2/2020). – Foto: Muhammad Amin

Dikatakan, bibit anggur Belgia hijau dikirim dari Bandung, namun demikian dia memastikan untuk iklim Kota Bekasi cocok untuk budidaya anggur Belgia. Karena membutuhkan tempat yang panas agar bisa cepat berbuah.

Menurutnya, anggur Belgia jika dipelihara dengan pemupukan yang bagus, kurun waktu lima bulan bisa berbuah, untuk perawatannya pun mudah.

“Anggur Belgia lima bulan jika dirawat dan tempatnya bagus seperti terkena sinar matahari, lima bulan bisa berbuah,”ujar Yadi.

Namun demikian, imbuhnya, pemupukan harus dilakukan secara rutin. Untuk pupuk seperti MPK atau pupuk mutiara dua minggu sekali, tetapi harus dengan kadar tertentu agar tanaman tidak mati.

Budidaya anggur Belgia bisa dilakukan dengan pot, tetapi harus dibuatkan tempat rambatan semacam behel bisa dari kawat sehingga bisa memberi hasil maksimal untuk cepat berbuah.

“Tanaman ini, jadi primadona baru di Kota Bekasi. Sekali datang bibit langsung diburu ibu-ibu. Ini saja tinggal satu bibit, kemarin masih banyak,” jelas Yadi.

Padahal untuk satu bibit anggur Belgia di Toko Bonsai Caman dijual dengan harga Rp65 ribu. Harga tersebut untuk ukuran siap tanam hasil dari stekan di Bandung.

Salah seorang pembeli Bibit, Ibu Lilis, mengaku sengaja mencari bibir anggur untuk budidaya di belakang rumahnya. Dia mengaku, memiliki pohon anggur jenis merah yang dibelinya dari tempat pembibitan di wilayah puncak.

“Anggur merah sudah ada, saya melihat ada bibit anggur hijau atau anggur Belgia. Ini kan lebih kecil tapi rasa manisnya enak harganya pun lebih tinggi dibanding anggur jenis merah,” ungkapnya.

Lihat juga...