UMP Abadikan Nama Badi Nguzaman sebagai Nama Aula

Editor: Makmun Hidayat

PURWOKERTO — Semangat Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) untuk mengenang dan menghargai tokoh-tokoh nasional maupun lokal, ditunjukan dengan mengabadikan nama Badi Nguzaman sebagai nama aula. Badi Nguzaman merupakan mantan wali kota Purwokerto tahun 1988-1991 dan juga pernah menjadi Ketua Badan Pembina Harian (BPH) UMP periode 2005-2009.

Tokoh Muhammadiyah Banyumas ini meninggal tahun 2014. Rektor UMP, Dr Anjar Nugroho mengatakan, selama 14 tahun di UMP bersama almarhum, banyak pelajaran berharga yang diperolehnya. Antara lain semangat untuk menjalin tali silaturahmi serta memajukan UMP.

“Selama 14 tahun bersama beliau, saya tidak pernah sekalipun melihat beliau marah. Meskipun pada waktu itu, UMP masih memiliki banyak problem dan belum maju pesat seperti sekarang ini. Beliau selalu mengedepankan silaturahmi dan bersikap legowo kepada siapapun,” kata Rektor UMP dalam acara peresmian Aula Badi Nguzaman, Sabtu (15/2/2020).

Rektor Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP), Dr Anjar Nugroho bersama Nyonya Badi Nguzaman dalam peresian aula Badi Nguzaman di UMP, Sabtu (15/2/2020). -Foto: Hermiana E. Effendi

Lebih lanjut Rektor UMP menyampaikan, banyak sikap dan pemikiran yang diteladani dari almarhum. Sehingga dengan mengabadikan namanya menjadi nama aula, diharapkan seluruh keluarga besar UMP untuk terus ingat dan belajar dari hal-hal positif yang sudah ditinggalkan almarhum.

“Saat hari raya Idul Fitri, beliau selalu orang pertama yang mengirimi ucapan di HP saya, ini menjadi pesan yang tersendiri bagi saya, bahwa beliau ingin menunjukan untuk mengembangkan UMP ini, dibutuhkan semangat silaturahmi yang tinggi,” tuturnya.

Hal serupa juga disampaikan Ketua BPH UMP, H. Ahmad Kifni. Menurutnya, filosofi mikul duwur, mendhem jero atau menjunjung tinggi dan memendam dalam harus ditanamkan di kalangan keluarga besar UMP.

“Dari almarhum, kita belajar untuk terus menjaga kebersamaan, jangan suka mencari kelemahan orang lain, atau pihak lain, tetapi sebaliknya justru harus membicarakan keunggulan dan kelebihan orang lain, supaya menjadi motivasi bagi kita untuk berbuat lebih baik ke depannya,” pesannya.

Sementara itu, Ibu Badi Nguzaman yang hadir dalam acara tersebut bersama putrinya, tampak tidak mampu menahan rasa haru. Saat didaulat untuk memberikan sepatah dua patah kata, beliau tidak mampu berucap banyak dan hanya menyampaikan rasa terima kasih atas perhatian UMP kepada almarhum.

“Terima kasih atas penghargaan yang tidak ternilai harganya ini, terima kasih masih mengenang bapak kami,” tuturnya.

Lihat juga...