Wagub Peringatkan ASN Sumbar Jangan Terlibat Politik Praktis

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

PADANG – Wakil Gubernur Sumatera Barat, Nasrul Abit, mengingatkan kepada para Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk tidak terlibat dalam politik praktis. Hal ini seiring dengan diselenggarakannya pemilihan kepala daerah di 13 kabupaten dan kota dan 1 provinsi di Sumatera Barat pada tahun 2020 ini.

Nasrul menyatakan dalam kepemimpinannya bersama Irwan Prayitno sebagai Gubernur Sumatera Barat yang sudah berjalan 4 tahun tepatnya tanggal 11 Februari 2020, telah banyak prestasi diraih oleh Pemprov Sumatera Barat.

“Salah satunya, penghargaan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi dengan predikat BB. Tentunya semua ini merupakan hasil kinerja instansi pemerintah yang selalu meningkatkan pembangunan Sumatera Barat,” katanya, Senin (17/2/2020).

Menurutnya prestasi tersebut merupakan bukti kinerja instansi pemerintah yang selalu meningkatkan pembangunan Sumatera Barat dengan menciptakan manajemen pemerintahan yang baik.

“Penghargaan SAKIP Award 2019 itu adalah yang ketiga kalinya, untuk itu kami berharap penghargaan ini bisa kembali kita raih dengan predikat A,” tegasnya

Untuk itu, putra daerah asal Kabupaten Pesisir Selatan ini meminta pada semua pihak jangan ada lagi perpecahan, terutama dalam hal pilkada.

Banyak isu berkembang hubungan gubernur dan wakil gubernur saat ini tidak lagi akur. Nasrul Abit meminta Aparatur Sipil Negara (ASN) menjaga netralitas dan tidak terlibat dalam aktivitas politik praktis di pilkada serentak.

“Sejak 4 tahun ini kami terus solid dan akan tetap mesra sampai akhir jabatan nantinya. Saya berharap jangan ada lagi adu domba antar-hubungan kami ini,” tuturnya.

Selain menjaga persatuan dan kesatuan, Nasrul Abit juga mengingatkan dampaknya terhadap perekonomian. Menurutnya, momen pemilu serentak seharusnya membawa dampak terhadap peningkatan kesejahteraan ekonomi rakyat.

Ia juga mengajak masyarakat untuk turut memilih pemimpin terbaik di tingkat provinsi, kabupaten dan kota sesuai dengan penilaian dan pilihan masing-masing. Namun jangan ada terpecah belah, dan perlu untuk menyadari bahwa pilkada itu bersaudara.

“Beda pilihan tentu boleh, tapi jangan ada ujaran kebencian. Biarkan pemimpin sekarang ini bekerja lebih fokus, bekerja menyelesaikan kepemimpinannya. Kalau bekerjanya tidak benar, jangan dipilih lagi. Kalau baik, pilih lagi. Itu saja,” jelasnya.

Untuk itu, Nasrul mengajak seluruh komponen untuk bersatu padu terlepas apa pun pilihan mereka. Sebab, sesungguhnya masyarakat Sumatera Barat terkenal dengan kekompakannya.

Lihat juga...