Wagub Sumbar Gagal Sampai Lokasi Bencana karena Awan Tebal

Editor: Koko Triarko

PASAMAN – Helikopter yang ditumpangi Wakil Gubernur Sumatra Barat, Nasrul Abit, bersama Kalaksa Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Kepala Dinas PU, gagal mencapai lokasi bencana di Rao Mapat Tunggul Selatan, Kabupaten Pasaman, untuk meninjau sekaligus menyerahkan bantuan kepada para korban bencana.

Menurut Wagub Nasrul, helikopter gagal sampai di lokasi karena dihadang awan tebal yang sangat berisiko untuk dilalui. Padahal, lokasi bencana di Rao Mapat Tunggul Selatan, berada di balik perbukitan Pasaman.

“Pilot pun memilih tidak mengambil risiko, jadi kami batal ke sana, dan mendarat di Stadion Tuanku Imam Bonjol, Lubuk Sikaping, Pasaman,” katanya, Jumat (21/2/2020).

Ia menyebutkan, bantuan nantinya akan diserahkan oleh Gubernur Sumatra Barat dalam waktu dekat ini. Kendati demikian, Nasrul menegaskan, ia berjanji usai gubernur datang, dirinya akan kembali mencoba datang ke lokasi bencana tersebut.

“Melalui jalur darat bisa, cuma kalau dihitung dari perjalanan Padang menuju Rao Mapat Tunggul Selatan sangat jauh dan membutuhkan waktu yang lama, sementara hari ini adalah Jumat. Makanya helikopter yang digunakan, sehingga dari rencana kita setelah di lokasi bencana, bisa kembali ke Padang lagi hari ini,” jelasnya.

Meski mendarat di Stadion Tuanku Imam Bonjol Padang Lubuk Sikaping, Nasrul Abit tetap menyapa masyarakat di kawasan tersebut. Usai mendarat sejenak, Wagub bersama rombongan kembali terbang menuju Padang via Bandara Internasional Minangkabau.

Rombongan ini terbang dengan helikopter dari Bandara Internasional Minangkabau pukul 08.00 WIB, saat sejumlah daerah seperti di Kota Padang tengah dilanda angin kencang.

Sementara itu, tokoh masyarakat di Rao Mapat Tunggul Selatan, Nelson, mengakui kedatangan Wagub Sumbar ke lokasi bencana telah diagendakan hari ini. Adanya kendala cuaca membuat rombongan batal ke lokasi bencana, dan kekecewaan masyarakat.

“Kami memang telah mendapat kabar kalau pak Wagub dihadang cuaca, jadi mendarat di Lubuk Sikaping. Padahal, masyarakat di sini telah menunggu, dan berharap betul Pak Wagub melihat kondisi kami di sini,” katanya, ketika dihubungi via telepon.

Menurutnya, kekecewaan tersebut karena masyarakat menantikan bantuan, dan masyarakat ingin menunjukkan langsung bahwa bencana alam seperti longsor telah membuat kondisi masyarakat tidak stabil.

“Ya kita mau apalagi, kalau memang berisiko di tembus awan tebal itu. Tapi, setidaknya bantuannya segera tiba untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang terdampak bencana,” ujarnya.

Kalaksa BPBD Sumatra Barat, Erman Rahman, mengatakan, bencana banjir dan longsor di Rao Mapat Tunggul Selatan terjadi sejak Sabtu (15/2), tepatnya di Nagari Muaro Sungai Lolo. Akibat kejadian tersebut, sejumlah warga Jorong Pintuai, Nagari Muaro Sungai Lolo menjadi korban. Informasi terbaru, dua warga  diketahui meninggal dunia dan tiga orang selamat dalam kondisi luka-luka.

“Hari ini tujuan kita melihat situasi itu bersama Wagub, tapi batal. Ke depan akan kita coba lagi menjangkau daerah tersebut,” tegasnya.

Lihat juga...